Kendari berupaya tekan angka kematian ibu dan bayi

id Penekanan angka kematian ibu dan bayi

Kendari berupaya tekan angka kematian ibu dan bayi

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (memegang bayi) saat menjenguk pasien yang telah melahirkan di RSUD Kota Kendari, usai meresmikan ruang PONEK di rumah sakit tersebut, Sabtu (18/1/20). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terus berupaya menekan angka kematian pada ibu dan bayi melalui peningkatan pelayanan dan ruang kesehatan yang baik di rumah sakit di kota itu.

Hal itu dilakukan dengan menyediakan ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari, yang diresmikan oleh Wali Kota Kendari, Sabtu (18/1).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dalam sambutannya, mengatakan ruang PONEK berfungsi mendukung pelayanan kegawatdaruratan khusus untuk kebidanan meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, persalinan bayi baru lahir, dan keluarga berencana (KB).

"Keberadaan PONEK ini merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan pelayanan persalinan sebagai upaya percepatan penurunan angka kematian ibu hamil, ibu bersalin dan bayi saat melahirkan, serta pencegahan komplikasi akibat persalinan misalnya abortus dan eklamsia," katanya.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir saat meresmikan ruang PONEK di RSUD Kota Kendari, Sabtu (18/1/20). (ANTARA/Harianto)


Selain itu, Sulkarnain mengungkapkan, setelah ruang PONEK diresmikan maka juga akan dilakukan sosialisasi kepada daerah-daerah lain di Sulawesi Tenggara.

"Tidak menutup kemungkinan nanti kita tidak hanya melayani masyarakat Kota Kendari tapi juga mungkin ada dari masyarakat kabupaten sekitar yang ada di Sulawesi Tenggara," kata dia.

Baca juga: Akademisi: Pemenuhan gizi calon ibu hamil bisa mencegah risiko stunting

Selain yang standar, ruang PONEK di SRUD Kota Kendari juga disediakan yang sifatnya private atau VIP sehingga masyarakat tinggal memilih.

Ia juga meminta kepada para petugas rumah sakit baik dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lainnya agar terus termotivasi dan bersemangat dalam menjalankan tugasnya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan sikap yang ramah tulus dan ikhlas.

"Karena tuntutan serta tugas yang saudara saudara emban memang membutuhkan pendekatan psikologis pasien sehingga pasien bisa nyaman dan fresh menjalani perawatan hingga akhirnya cepat sembuh," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar