Navigasi Kendari mengajak nelayan peduli rambu suar

id nav,Rambu suar,nelayan

Navigasi Kendari mengajak nelayan peduli rambu suar

Pekerja melakukan perbaikan pelampung suar, rambu lalu lintas perairan di dermaga pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Aceh, Rabu (12/3). ANTARA/Ampelsa

Kendari (ANTARA) - Distrik Navigasi Kelas III Kendari, Sulawesi Tenggara mengajak para nelayan dan nakhoda kapal agar peduli terhadap kondisi rambu suar yang mengalami gangguan agar segera mendapat perbaikan.

Plt Kepala Distrik Navigasi Kendari, Tandi Allo Tandung di Kendari, Selasa, mengatakan rambu suar berfungsi untuk membantu pengguna jasa transportasi laut dari pelabuhan keberangkatan hingga pelabuhan tujuan sehingga keberadaannya harus dijaga bersama.

"Keselamatan pelayaran bukan semata-mata ditentukan peralatan modern dalam kapal dan kualitas manusia yang mengawaki kapal tetapi juga rambu suar sebagai petunjuk pelayaran menjadi hal yang penting," kata Tandi.

Oleh karena itu, Distrik Navigasi Kendari mengimbau nelayan dan nakhoda kapal untuk melaporkan adanya rambu suar yang mengalami gangguan agar segera mendapatkan perbaikan.

"Distrik Navigasi Kendari memiliki sarana pendukung berupa kapal dan bengkel untuk percepatan perbaikan rambu suar yang mengalami kerusakan. Semua untuk kepentingan keselamatan pelayaran," ujarnya.

Ia mengungkap, perawatan 98 rambu suar dalam wilayah kerja kenavigasian Kendari, Sultra membutuhkan anggaran miliaran rupiah agar tetap berfungsi untuk kepentingan keselamatan pelayaran.

Baca juga: Kisah Ramang sang penjaga mercusuar

Nakhoda KM Akbar Samudera, Rudin (44) mengatakan rambu suar sangat membantu untuk keselamatan dalam pelayaran.

"Kalau cuaca baik dan berlayar pada siang hari rambu suara biasa-biasa saja. Tetapi kalau cuaca buruk pada malam hari hanya rambu suar yang membantu anda untuk selamat," kata Rudin.

Oleh karena itu, ia mengharapkan nelayan, awak kapal dan siapa pun yang mengetahui atau melihat rambu suar terganggu agar peduli melaporkan untuk dilakukan perbaikan.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar