Si jago merah kembali lahap 26 kios Jembatan Batu Baubau

id Sijago merah kembali lahap 26 kios Jembatan Batu Baubau

Si jago merah kembali lahap 26 kios Jembatan Batu Baubau

Pedagang korban kebakaran saat memilah barang sisa kebakaran yang masih bisa diselamatkan. Lokasi kebakaran yang terjadi di Jembatan Batu Kelurahan Wale Kecamatan Wolio Baubau itu juga telah dipasangkan garis polisi. Jumat. (foto Antara/Yusran)

Baubau (ANTARA) - Musibah kebakaran kembali terjadi di Jembatan Batu Kelurahan Wale Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, yang menghanguskan 26 unit kios dilahap sijago merah, pada Jumat dini hari, sekitar pukul 01.15 Wita. 

"Jadi disini (Jembatan Batu Kelurahan Wale, red) kita mendapat musibah kebakaran dua kali berturut-turut, yang sebelumnya juga pada 13 November ini," ujar Lurah Wale, La Ode Sudarna, di Baubau, Jumat. 

Sebanyak 26 unit kios yang mengalami kebakaran semalam itu, kata dia, terdiri bangunan 5 kepala keluarga yang sudah tinggal menetap dan 21 warga yang mengontrak untuk mencari nafkah dilokasi kebakaran. 

"Jadi tadi ini kita lagi lakukan pendataan seperti berapa siswa SD, SMP, SMA dan mahasiswa supaya bantuan tanggap darurat instansi terkait memfasilitasi akan kebutuhannya. Tadi Pak Sekda dengan sejumlah pejabat pemkot sudah datang dilokasi kejadian untuk melihat musibah itu," ujarnya. 

Terkait penyebab kebakaran tersebut, kata dia, belum diketahui secara pasti. Pihak berwajib masih menyelidiki penyebab asal muasal api. 

Begitu pula penyebab kebakaran sebelumnya yang menghanguskan 7 unit bangunan, tambah dia, juga masih simpang siur, yang menurut informasi kebakaran dari kompor, tapi tempat alat memasak itu belum ditahu posisi secara pasti. 

"Yang namanya musibah manusia tidak pernah tahu yang dikehendaki Allah. Kita disini dua kali dapat musibah berturut-turut, yang sebelumnya pada 13 November kemarin ini," ujarnya. 

Sementara salah seorang korban kebakaran, La Sima (56) menuturkan, kejadian kebakaran yang dialaminya tersebut diketahuinya setelah mendapat informasi sepulangnya dari memancing ikan dilaut sekira jam 01.00 tengah malam. 

"Harapan kami kalau bisa di bantu supaya bisa menghidupi anak-anak, karena saya masih ada anak yang SD,SMP dan SMA. Seragam dan buku-bukunya sudah tidak ada," ujarnya. 

Sebab, kebakaran dahsyat yang menimpah itu, kata La Sima dengan wajah sedih, tak ada barang satu pun yang diselamatkannya, semuanya hangus termakan ganasnya api. 

Amatan Antara dilokasi kejadian, para pedagang korban kebakaran mencoba memilah barang dagangan yang masih bisa diselamatkan diantaranya, beras ketan, bawang merah, bawang putih, kacang, dan kacang hijau. Dilokasi kejadian juga telah dipasang garis polisi. 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar