Logo Header Antaranews Sultra

Alumnus Smansa Kendari mendukung pembangunan Masjid Husnul Khotimah

Sabtu, 24 Agustus 2019 21:33 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Sultra Dr.H Lukman Abunawas (diapit sejumlah alumni) saat menghadiri reuni akbar SMA Negeri I Kendari ke-57 tahun 2019 di Kendari, Sabtu. Untuk diketahui Wagub Sultra merupakan alumni tahun 1975 di sekolah itu. (foto ANTARA/ Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Para alumnus Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (Smansa) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara memberi dukungan, baik moral maupun pendanaan awal, untuk pembangunan Masjid Husnul Khotimah di lingkungan sekolah itu yang akan menelan dana sekitar Rp800 juta.

Dukungan dana awal untuk pembangunan masjid dari mereka itu telah terkumpul hampir Rp50 juta, sedangkan bantuan berupa semen terkumpul sekitar 500 sak dalam rangkaian Reuni Akbar Ke-57 Smansa Kota Kendari yang dihadiri Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas di Kendari, Sabtu.

Wakil Gubernur Lukman Abunawas yang juga alumnus Smansa Kendari pada 1975 itu, mengatakan prakarsa pihak sekolah untuk membangun masjid sebagai wujud setiap umat Muslim dalam pengamalan Al Qur’an dan sunah.

"Tentu dengan adanya masjid di lingkungan sekolah ini akan memberi kenyamanan beribadah untuk menumbuhkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta mendorong para siswa-siswi untuk malaksanakan amar makruf nahi mungkar," katanya.

Pimpinan panitia pembangunan masjid SMA Negeri I Kendari Madjid mengatakan Masjid Husnul Khotimah di Jalan Mayjen Soetoyo Kota Kendari itu akan dibangun dengan dua lantai dengan luas 12x12x12 meter persegi.

Ia mengatakan pembangunan masjid untuk membentuk karakter peserta didik di SMA Negeri I Kota Kendari, yaitu membiasakan peningkatan iman dan takwa siswa beragama Islam.

Manifestasi dari pembiasaan terhadap siswa itu, katanya, yang paling penting pembiasaan shalat Zuhur berjamaah, shalat Jumat, dan shalat Duha, taklim, "tahsin", dan kegiatan keagamaan lainnya.

Foto bersama alumni SMANSA angkatan 1986 bersama salah seorang guru di sekolah itu ibu Lidya (baju orence) yang merupakan guru biologi di sekolah itu. (foto ANTARA/ Azis Senong)

Rangkaian kegiatan reuni akbar yang diawali dengan jalan santai bersama menempuh jarak sekitar 4,5 kilometer dimulai dari Masjid Agung Al-kautzar hingga finis di sekolah, dihadiri sekitar 1.000 orang dari berbagai angkatan, mulai 1975 hingga 2000-an.

Salah seorang peserta jalan santai yang juga alumnus 1986, Roky Arsyad, mengaku reuni kali ini sebagai ajang temu kangen antaralumus sekolah tersebut.

Selain itu, mempererat tali silaturahim antaralumnus dan almamater, tempat pertukaran informasi dan berbagi pengalaman sesama alumus dan memupuk kepedulian sosial terhadap sesama alumnus.

"Tetapi yang lebih terpenting lagi adalah kegiatan reuni dipandang sebagai membuka jaringan kerja yang kuat dan atas dasar profesionalisme, serta membangun sinergi yang positif antarsesama alumni," ujar Hamzah Jalaludin, salah satu alumnus Angakatan 1984.



Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026