DPRD Sulawesi Tenggara prihatin helikopter hilang kontak di Papua

id heli M 17

helikopter Mi 17 (FOTO ANTARA)

Kendari (ANTARA) - DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan keprihatinan atas informasi helikopter jenis MI-17V5 miliki TNI Angkatan Darat (AD) yang hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat (28/6).

"Kita semua berharap dan mendoakan 12 penumpang helikopter yang hilang kontak ditemukan dalam keadaan selamat. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi mereka," kata Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh di Kendari, Minggu.

Sungguh menjadi keprihatinan kita karena betapa setianya mereka menjaga NKRI. Mereka prajurit setia Ibu Pertiwi yang rela meninggalkan sanak saudara, tambah politisi PAN itu.

Upaya pencarian yang terus dilakukan oleh pihak TNI dibantu berbagai unsur dari Kepolisian, Basarnas Provinsi Papua dan relawan masyarakat diharapkan membawa hasil yang positif bagi semua pihak.



Pencarian helikopter beserta 12 penumpang melalui udara menemui kendala serius karena wilayah Oksibil biasanya tertutup kabut tebal sehingga visibility berkisar 10 meter hingga 50 meter dan membahayakan penerbangan.

Tantangan pencarian jalur darat pun cukup berat karena Papua memiliki medan geografis yang menyulitkan, kontur medan pegunungan dan jurang terjal serta tertutup hutan lebat.

Helikopter jenis MI-17V5 milik TNI AD yang dilaporkan hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat (28/6) ditumpangi 12 orang yang terdiri dari 7 crew dan 5 anggota Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 725/WRG (Woroagi) di Kendari, Sultra.



Tujuh crew helikopter yaitu Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Ahwar (copilot), Kapten CPN Bambang, Serka Suriatna, Pratu Asharul, Praka Dwi Pur, dan Serda Dita Ilham.

Sedangkan lima anggota Pamta Yonif 725/WRG yakni, Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin, dan Prada Tegar Hadi Sentana.

"Semoga anggota 725 Woroagi Kendari secepatnya ditemukan dengan membawa kabar positif. Ini doa kita semua," kata Rahman Shaleh.


 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar