Menteri PUPR: pembangunan bendungan Pelosika dimulai 2020

id Bendungan Pelosika

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, memberikan keterangan bahwa pembangunan Bendungan Pelosika di Desa Asinua Jaya, Kecamatan Asinua, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai dikerjakan pada 2020. Basuki berada di Kendari usai meninjau dampak kerusakan infrastruktur di Kabupaten Konawe libat banjir, Kamis. (Foto ANTARA/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan Bendungan Pelosika di Desa Asinua Jaya, Kecamatan Asinua, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai dikerjakan pada 2020.

"Ada satu proyek jangka panjang kami di Sultra yakni Bendungan Pelosika, itu akan dimulai tendernya pada 2020," kata Basuki, usai meninjau kerusakan infrastruktur akibat banjir yang melanda Kabupaten Konawe, Sultra, Kamis.

Ia mengatakan, Bendungan Pelosika tersebut kapasitasnya besar yakni mencapai 800 juta meter kubik, yang bisa menjadi salah satu upaya mengatasi banjir di Konawe kerena akan menjadi wadah menampung air ketika debit air Sungai Konaweha meluap.

"Pembangunan Bendungan Pelosika itu akan terus dilanjutkan, kalau tidak maka Konawe akan banjir terus," katanya.

Informasi yang dihimpun, Bendungan Pelosika senilai Rp3,3 triliun itu direncanakan bermanfaat sebagai pengendali banjir yang dapat mengurangi debit air genangan sebesar 53,20 persen, sebagai penyedia air irigasi untuk Daerah Irigasi seluas 23.000 Ha, penyedia air baku dengan debit sebesar 750 liter/ detik, sebagai PLTA dengan kapasitas 2 x 10,5 MW, sebagai tempat wisata dan sarana olahraga air.

Sebelumnya, Bendungan Pelosika sempat dikabarkan dicoret pemerintah dari daftar 14 Proyek Strategis Nasional (PSN). Pencoretan itu lalu mendapat tanggapan dan perhatian serius dari Komisi V, DPR RI.

Buntut dari pencoretan itu, Komisi V DPR RI langsung melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Sultra dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir pada Juni 2018 lalu dan akhirnya pembangunan bendungan tersebut kembali dilanjutkan.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar