Operasi pasar Pertamina tekan harga eceran tabung gas

id ops gas

Ilustrasi - Pekerja menata tabung kosong elpiji 3 Kilogram di salah satu agen elpiji di Kecamatan Wuawua, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (21/5/2018). PT Pertamina Region VII Kendari bekerjasama dengan Disperindag dan UKM Kota Kendari menyiapkan 560 tabung elpiji 3 Kg per kecamatan di 10 kecamatan yang ada di Kota Kendari untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji selama bulan Ramadan. (ANTARA FOTO/Jojon)

Kendari (ANTARA) - PT Pertamina Kendari, Sulawesi Tenggara, menilai operasi pasar tabung gas elpiji 3 kilogram dapat menekan lonjakan harga eceran yang meresahkan konsumen.

Sales Eksekutif Elpiji Pertamina Kendari Arnaldo Andika Putra di Kendari, Minggu mengatakan tujuan utama operasi pasar adalah menekan lonjakan harga dan menghentikan upaya para spekulan yang mencari keuntungan sesaat.

"Pemerintah dan Pertamina sudah berpengalaman mengatasi lonjakan harga tabung gas, khususnya menghadapi Idul Fitri. Operasi pasar salah satu strategi yang tepat," katanya.

Dalam suasana puasa Ramadhan dan menyambut Idul Fitri 1440 H/2019 Pertamina menyiapkan 7.890 tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi untuk menekan lonjakan harga eceran tabung gas.

"Pertamina pasti bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan operasi pasar, antara lain melalui ajang pasar murah yang dihelat Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kabupaten Kolaka," ujar Arnaldo.

Ia mengimbau konsumen untuk melaporkan adanya oknum pangkalan atau pihak yang menjual gas elpiji tanpa izin karena merugikan masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan konsumen menyerbu posko Pertamina yang menjual gas elpiji 3 kilogram seharga Rp17.900

Warga BTN Wirabuana, Rahmawati (44) mengatakan harga eceran gas elpiji 3 kilogram mencapai Rp25 ribu sehingga harus mendatangi operasi pasar walaupun jauh.

“Kami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram seehingga pasar murah sangat membantu karena harganya sesuai ketentuan pemerintah," kata Rahmawati.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar