Perempuan Kendari Diminta Ikuti Perkembangan Zaman 4.0

id Perempuan Kendari

Ketua TP PKK Kendari, Sri Lestari Sulkarnain (Foto istimewa)

Kendari (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sri Lestari Sulkarnain, meminta kaum perempuan di daerah itu mampu mengikuti perkembangan zaman atau era 4.0 sebagai salah satu implementasi mewujudkan semangat perjuangan RA Kartini.

"Jadi harapannya para perempuan atau kaum ibu harus bisa mengikuti perkembangan zaman atau era Industri 4.0 ini," kata Sri Lestari, di Kendari, Minggu.

Dikatakan, perempuan memiliki peranan penting dalam pembangunan karena dari segi jumlah, hampir separuh penduduk Indonesia adalah perempuan sehingga kontribusi perempuan sangat berpengaruh terhadap produktivitas nasional.

"Perempuan tidak bisa hanya duduk di dunia kerja yang setara diperankan laki-laki tetapi juga berbanding lurus dengan kualitas yang sesuai dengan tuntutan profesionalisme," katanya.

Ia juga berharap kaum perempuan agar senantiasa mawas dengan berbagai ancaman yang menyerang baik pribadi maupun anak generasi dari berbagai aspek.

Ia juga menyebutkan bahwa revolusi industri 4.0 menjadi topik perbincangan hangat akhir-akhir ini.

"Era industri 4.0 merupakan kesempatan emas bagi perempuan karena kekuatan fisik pada zaman ini tak lagi berarti. Yang terpenting pada era ini adalah koneksi, kolaborasi, dan komunikasi," ujarnya.

Menurut Sri Lestari, perempuan memang memiliki tugas utama dalam urusan domestik atau mengurus rumah tangga, dan bukan hal yang mudah untuk berperan ganda bekerja di dalam dan di luar rumah.

"Sehingga sangat wajarlah dan layak jika istilah wonder woman disematkan  bagi perempuan yang sukses menjalankan peran ganda tersebut," katanya.

Pada momentum peringatan Hari Kartini yang setiap tahun dilaksanakan ini, Sri Lestari berharap bisa memberi motivasi dan semangat untuk kaum perempuan khususnya di Kota Kendari sebagai ibukota provinsi Sultra itu.

"Meskipun memiliki profesi sebagai wanita karier yang berkarya, namun tugas sebagai isteri dan sebagai seorang ibu jauh lebih berat dari profesi apapun. Kaum perempuan harus tetap menomorsatukan keluarga," kata ketua Dekranasda Kendari ini.

Dijelaskan, semangat perjuangan RA Kartini, harus terus menjadi motivasi bagi perempuan untuk selalu bersemangat menghasilkan karya dan prestasi nyata di masyarakat.

"Kartini masa kini adalah sebuah refleksi semangat Kartini masa lalu. Kita sebagai kaum perempuan harus menunjukkan berbagai kreasi, karya, maupun prestasi," ujarnya. 

Namun, kata dia, hendaknya tidak melupakan kodrat yang memiliki tugas utama sebagai isteri dan sebagai seorang ibu di keluarga, untuk itu dengan dedikasi dan cinta terhadap keluarga diharapkan keluarganya menjadi lebih baik.

Kepada pemerintah Sri Lestari berharap bisa memberi ruang untuk perempuan-perempuan agar diberikan ruang yang sama dalam dunia pemerintahan juga pada sektor publik lainnya agar mereka bisa menggali dan mengexplore skill mereka lebih dalam.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar