Cara generasi milenial terkenal lewat YouTube

id youtube

YouTube ((ANTARA News/ Arindra Meodia))

"setiap malam Jumat, mereka menunggu video saya," kata Nessie kreator YouTube yang diperkirakan oleh Socialblade berpenghasilan Rp450 juta per bulan."
 
Jakarta (Antaranews Sultra) - Jika kebanyakan generasi "zaman old" sangat senang menonton siaran TV atau film sambil duduk berkumpul di ruang keluarga, generasi milenial punya keasyikan sendiri menonton video lewat aplikasi di gawai (gadget).

Untuk menonton film dan siaran TV, anak-anak muda ini biasa menggunakan aplikasi Hooq, Netflix, twitch dan lain-lain sambil berdiri di kereta api atau duduk di ruang tunggu.

Termasuk menyetel Youtube, sebuah aplikasi berbagi video yang saat ini jumlah penonton bulanannya di seluruh dunia sedikitnya mencapai 1,8 miliar akun, dengan tontonan aneka konten hasil berbagi.

Jumlah pengguna YouTube yang sekaligus menjadi kreator konten juga sudah cukup banyak, pada Juli 2018 sedikitnya 23,6 juta akun telah menyumbang video buatannya ke situs ini.

Akun bernama PewDiePie yang nama aslinya Felix Kjellberg, adalah yang terbanyak memiliki pelanggan (subscribers) dengan jumlah mencapai 64,6 juta pelanggan untuk 3.585 video yang telah diunggahnya sejak 2010 dan total telah ditonton hingga 18,4 miliar kali.

Unggahan-unggahan komedi pria kelahiran Swedia tahun 1989 ini dalam perkiraan Socialblade, suatu lembaga analisis media sosial, menghasilkan pundi-pundi hingga 1,1 juta dolar AS (Rp15,4 miliar) setiap bulan.

Bagaimana Indonesia?

Pengguna aktif YouTube di Indonesia menurut data Google sedikitnya tercatat 50 juta orang per bulan dari total 146 juta pengakses internet, dengan waktu menonton rata-rata 42,4 menit per hari.

Ricis Official milik Ria Ricis adalah akun yang terbanyak memiliki pelanggan saat ini, dengan jumlah 4,7 juta pelanggan atau di peringkat ke-855 di dunia dari sisi jumlah subscribers.

Dengan total jumlah konten 306 buah yang dibuatnya sejak 2016 dan ditonton lebih dari 600 juta kali itu, ia diperkirakan meraih 244 ribu dolar AS (Rp3,4 miliar) per bulan.

Dari sisi jumlah pelanggan, Ria Ricis telah menyalip Raditya Dika yang telah beberapa tahun memegang predikat pemilik "subscriber" terbanyak, tersisih ke posisi kedua.

Di bawah peringkat Raditya Dika, ada akun Calon Sarjana, disusul akun Atta Halilintar dan Gen Halilintar, serta yang paling fenomenal adalah akun Official Sabyan Gambus yang mengunggah lagu-lagu dengan musik gambus kreasinya dan telah mampu meraih 3,4 juta pelanggan.

Meski baru delapan video unggahan, lagu-lagu Nissa Sabyan dengan kelompoknya ini sudah ditonton sebanyak 696,7 juta kali, di mana sepertiganya (230,5 juta "views") baru diraih dalam sebulan terakhir dan terus bertambah setiap detik.

Wajarlah grup Sabyan yang baru mendaftarkan akunnya pada 2016 ini dinilai Socialblade sebagai yang paling berpengaruh saat ini di Indonesia, baru setelah itu disusul oleh akun-akun milik saluran TV yang mengunggah klip-klip acaranya ke YouTube.

Lembaga ini memperkirakan penghasilan kelompok Sabyan ini bisa mencapai 922 ribu dolar AS (Rp12,9 miliar) per bulan.


Gaet Pelanggan

Apa kata kreator YouTube agar video-video unggahannya ditonton orang dan bagaimana cara menarik penonton untuk menjadi pelanggan setia?

Nessie Judge, selebriti YouTube kelahiran 1993 yang sudah memiliki "subscriber" hingga 1,27 juta orang, mengatakan tentang pentingnya topik yang menarik untuk diangkat.

Blasteran Pakistan yang pertama kali mengunggah videonya di YouTube pada 2012 itu memilih lebih banyak membuat video tentang kisah-kisah mistik yang menyeramkan, misteri dan teori konspirasi.

Dalam videonya, biasanya ia duduk sambil bercerita tentang sejumlah kisah di dunia yang membuat penontonnya bergidik.

Namun demikian, ia mengaku juga memiliki segmen lain yang topiknya lebih umum namun kontroversial seperti LGBT, serta topik-topik yang sedang panas misalnya bully terhadap anak.

Tak lupa ia selalu berpesan kepada para penontonnya agar memberi respons pada topik-topik yang diangkatnya itu. Alhasil unggahan-unggahannya selalu ramai akan tanggapan.

Ia juga menyarankan menggunakan judul-judul yang "mengundang". Tidak heran kata-kata bombastis seperti "Terseram!" bertebaran di unggahan-unggahannya seperti "Kecelakaan Pesawat Terseram!" atau "Penampakan di TV Terseram!".

Selain itu, gunakan "thumbnail" atau sampul video yang menarik sebelum diunggah, sehingga orang penasaran dengan isi video dan langsung mengklik "play", ujarnya. Tentu saja harus melalui sejumlah penyuntingan.

"Kegiatan menyunting satu video biasanya memakan waktu sampai 12 jam. Saya mengedit sendiri video saya, dibantu dua staf, tambah seorang manajer," katanya.

Ditanya soal metadata berupa kata-kata kunci yang memudahkan penonton YouTube mencari videonya, ia mengaku justru jarang menggunakannya.

Bagi perempuan yang telah mengunggah 255 video ke YouTube dan telah ditonton 118,5 juta kali itu, konsistensi adalah kunci bagaimana ia bisa meraih banyak penonton sekaligus menjadi pelanggannya.

"Saya selalu meng-upload setiap malam Jumat, mereka menunggu-nunggu video saya, jadi jika telat muncul, mereka lalu bertanya-tanya," kata kreator YouTube yang penghasilannya diperkirakan oleh Socialblade mencapai Rp450 juta per bulan.

Meski tidak mau terbuka, Nessie masih mau menjawab bahwa pendapatannya dari YouTube tidak seberapa, hanya sesuai hitungan 1 dolar AS untuk 1.000 "views".

"Penghasilan yang besar justru dari proyek-proyek," kata Nessie sambil menyebut contoh bekerja sama membuat video tutorial dari Samsung Video Reality di YouTube.

Pendapatan Lumayan

Sementara itu YouTuber lain, Puteri Modiyanti dengan pelanggan saat ini sebanyak 103 ribu orang yang diraihnya sejak 2014, mengaku pendapatannya sebagai YouTuber bervariasi sampai lebih dari Rp10 juta per bulan.

Angka ini dinilai dara cantik puteri bungsu mantan model Sandy Harun itu cukup lumayan untuk menutupi berbagai keperluan sehari-hari mahasiswi, di luar yang dilimpahkan oleh orang tuanya.

Gadis kelahiran tahun 1998 yang sudah mengeluarkan sekitar 80 video unggahan ini lebih menekankan topik seputar tips kecantikan pada unggahan-unggahannya, misalnya memberi tips merias dengan "make-up" murah meriah atau bagaimana cara mengenakan kain batik.

Petunjuk praktis tentu saja sangat berguna bagi orang-orang yang sedang mengalami masalah tertentu dan membutuhkan solusi, dan kreativitas bisa dimulai dari bagaimana seseorang menyelami berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Puteri, misalnya, juga mengunggah topik petunjuk praktis lainnya, berjudul "Ngerombak Kamar Kosan Sempit" yang sudah ditonton 2,5 juta kali dan disukai (like) sekitar 20 ribu orang.

Tema-tema lainnya yang bisa menjadi peluang para kreator YouTube selain petunjuk praktis, bisa juga dengan membuat eksperimen sosial seperti yang sering dilakukan Ria Ricis atau kisah-kisah "ter" seperti yang dilakukan Nessie Judge yang kebanyakan merilis topik-topik "terseram".

Kreator YouTube terpopuler dunia PewDiePie, misalnya, seringkali membahas secara mendalam game-game teranyar, termasuk membahas dan mempraktikkan game buatan Indonesia berjudul "DreadOut" yang ditonton sampai 10,8 juta orang dan disukai oleh 167 ribu orang.

Generasi milenial tampaknya tidak terlalu sulit mendulang dolar dari media sosial jika memang kreatif, tidak hanya di YouTube, tetapi juga memanfaatkan bakat menulis sebagai "blogger", memanfaatkan bakat memotret untuk Instagram, bakat menyanyi di Starmaker, bergaya di Tiktok, bahkan bakat berbicara di Hello Yo.

Jika pengikut banyak, Anda bisa terkenal dan iklan serta proyek pun banjir berdatangan.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar