Delapan Polwan Ditempatkan di Polsek Murhum

id Polwan baubau

Kapolres Baubau AKBP Danial Widya Mucharam. (Foto Antara/ Yusran)

Baubau (Antaranews Sultra) - Sebanyak delapan polisi wanita (polwan) ditempatkan di Polsek Murhum Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Kapolres Kota Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam mengatakan kantor Polsek Murhum telah diisi oleh para Polisi Wanita (Polwan) terpilih.

"Saya berharap, dengan menempatkan polwan-polwan terpilih tentunya nanti akan membawa dampak yang lebih baik dan lebih berwarna dalam melayani masyarakat," ujarnya, di Baubau, Sabtu.

Menurut Daniel, penempatan para polwan yang baru kurang lebih delapan orang sebagai langkah uji coba selama tiga bulan itu dikarenakan sesuai Skep Kapolda Sultra.

"Penempatan polwan di Polsek Murhum tindak lanjut dari Skep Kapolda Sultra, sehingga saya follow-up dengan memberikan sprin untuk Kapolsek dan para kanit dan tentu dengan beberapa keunggulan yang dimiliki kapolsek," katanya.

Inovasi menempatkan para polwan dalam satu polsek,kata dia, selain sebagai pilot projek juga terinspirasi dari Polsek Sub Sektor di Bekasi (Jawa Barat) yang semuanya diisi dari polwan.

"Saya coba mengambil contoh di Bekasi. Kenapa harus perempuan karena polwan memiliki beberapa keistimewaan. Nah apabila penempatan polwan dalam melayani masyarakat dan memimpin yang isinya laki-laki apakah bisa berhasil," ujarnya.

Dia juga mengatakan, penempatan polwan dalam satu polsek adalah bentuk penghargaan terhadap eksistensi polwan dan wanita pada umumnya. Apalagi, salah satu pertimbangannya membangun sebuah kekuatan dengan cara yang humanis.

"Kalau rekan-rekan lihat beberapa terobosan yang kami coba munculkan di Polres Baubau adalah menggunakan nuansa humanis, baik oleh Bhabinkamtibmas dan Kasat Shabara," ujarnya.

Oleh karena itu, dari sekian banyak inovasi yang muncul belum ada yang dari polwan. Maka itu, pihaknya mencoba di Polsek Murhum dan mudah-mudahan muncul inspirasi baru didalam melayani masyarakat dengan menggunakan naluri kewanitaan.
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar