Menteri Agama Akan Buka Perkemahan Wirakarya Mahasiswa

id iain-kemah

Kendari (Antara News) - Rektor IAIN Kendari Nur Alim memastikan bahwa Kegiatan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII yang dilaksanakan 16-22 Mei di Kendari, akan dibuka oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim S, Senin (16/5) pagi.

"Kegiatan ini akan dihadiri pula Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dauld, Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, Wali Kota Kendari, Asrun, Dirjen Bimas Islam, Kristen, Budha, Katholik dan Pejabat eselon I, II, di lingkungan Kemenag RI, Rektor PTKIN, UIN, IAIN, STAIN se- Indonesia," kata Nur Alim selaku tuan rumah penyelenggara di Kendari.

Ia mengatakan, kegiatan dimeriahkan dengan kegiatan ibadah, Upacara Bendera Apel, Olahraga, kerjabakti bersih lingkungan, sarana ibadah (masjid, gereja, vihara dan lain-lain).  "Kemudian ada kegiatan Bedah rumah, sarana ibadah, penyuluhan, kepramukaan, lomba kaligrafi, syahriil quran, software TEKPRAM, karya tulis ilmiah Tilawatil Quran.

Acara itu kata dia, akan ditampilkan senam tongkat terpanjang di dunia, expo kreativitas mahasiswa berupa produk-produk kerajinan masyarakat, malam pentas seni budaya, pertemuan rektor /wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan di Kota Kendari, bazaar kuliner nusantara.

"Kegiatan ini, sesungguhnya merupakan giliran saja. Jadi, di tiap wilayah di Indonesia ini akan mendapatkan gilirannya untuk melaksanakan kegiatan yang lebih baik, berkualitas. Kebetulan saat ini kami yang ditunjuk sebagai tuan rumah," katanya.

Dia menjelaskan, IAIN kendari sebagai tuan rumah bekerjasama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut, ada dua sistem perkemahan yaitu beberapa hari tinggal di tapak perkemahan (tenda), dan beberapa hari berikutnya, tinggal di homestay (rumah penduduk agar para Pramuka dekat dengan warga, sehingga memahami persoalan yang dihadapi warga.

"Adapaun tempat tapak perkemahan di Bumi Perkemahan IAIN Kendari, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Prov Sulawesi Tenggara dan Homestay di Desa Alebo dan Desa Morome, Kecamatan Konda, Kabuaten Konawe Selatan," katanya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar