Kendari (ANTARA News) - Bakal calon gubernur Sultra, Buhari Matta secara resmi menggandeng Amirul Tamim sebagai wakilnya untuk maju pada pemilihan Gubernur (pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan digelar November 2012.
Buhari Matta, di Kendari, Minggu malam (26/8), mengatakan, keputusan itu diambil setelah melalui rapat partai koalisi yang menginginkan kedua tokoh itu berpasangan maju bertarung pada pilgub Sultra mendatang.
"Secara khusus rapat yang kami lakukan malam ini dibahas siapa yang ditetapkan sebagai pasangan saya. Sesuai dengan etika koalisi ini, semua partai bebas berikan pendapat dan masukan. Setelah semua berikan pendapat dan saran, disepakati Amirul Tamin sebagai wakil saya," kata Buhari Matta yang merupakan Bupati Kolaka dua periode ini.
Menurutnya, setelah menyatukan saran dan disepakati Amirul Tamim sebagai wakil, maka pihaknya langsung mengkonfirmasi kepada Amirul melalui ponsel dan mendapatkan jawaban siap dari Amirul yang merupakan wali Kota Baubau.
"Kami sama-sama ucapkan bismillah dan nyatakan siap untuk berpasangan," katanya.
Buhari menjelaskan, meskipun dirinya dengan Amirul sama-sama satu partai yaitu PPP, namun itu tidak akan mengecilkan dukungan dari partai koalisi pendukung. Buhari Matta merupakan Ketua DPW PPP Sultra, sementara Amirul adalah Sekretaris DPW PPP Sultra.
"Saat ini orang membicarakan bagaimana figur dikenal rakyat dan mengenal potensi wilayah, tidak bicara dari mana partainya, tetapi bagaimana figur itu bisa membangun kekuatan yang besar untuk menata Sultra, untuk menata pemerintahan," ujarnya.
Alasan partai koalisi menetapkan Amirul, kata Buhari, karena memiliki pengalaman panjang di birokrasi, mulai dari provinsi Sultra hingga menjadi wali kota Baubau dua periode.
"Dengan pengalaman itu, sudah sangat memadai dan jika digabungkan dengan pengalaman saya menjadi Bupati dua periode maka merupakan kekuatan besar untuk membanggun Sultra," katanya.
Buhari menyebutkan, partai koalisi pendukungnya saat ini yang sudah dilengkapi dengan surat keputusan dukungan dari pengurus pusat masing-masing adalah PPP tiga kursi, Partai Hanura dua kursi, Partai PNBK dua kursi, PBR satu kursi dan Partai Patriot satu kursi di DPRD Sultra.
"Kemudian masih menunggu dukungan resmi dari dua partai non seat yakni PKNU dan PPRN. Selain itu masih menunggu proses penetapan dukungan dari PKS, PBB, PDIP dan Demokrat. Alasan itulah sehingga kami belum melakukan deklarasi," katanya. (ANT).

