17 warga Kolaka Utara terkena gigitan anjing gila
Rabu, 13 Februari 2019 16:41 WIB
Kadis kesehatan Kolaka Utara, Irham (Foto Antara/ Darwis Sarkani)
Kolaka (Antaranews Sultra) - Sebanyak 17 warga Kabupaten Kolaka Utara,Sulawesi Tenggara, terpaksa dirawat di rumah sakit dan puskesmas daerah setempat karena menjadi korban gigitan anjing gila.
Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Utara, Irham,yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Rabu, membenarkan 17 warga itu sudah ditangani tim medis dan satu korban di rujuk di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka.
Menurutnya merebaknya kasus Rabies di Kolaka Utara akibat binatang peliharaan warga yang tidak terjaga serta kondisi masyarakatnya yang rata-rata bekerja sebagai petani.
" Kita sudah mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing untuk dikandangkan," katanya.
Kasus ini kata dia dinaikkan menjadi siaga satu karena pertimbangan korban gigitan anjing gila yang mencapai puluhan orang dan tidak bisa ditolerir karena merugikan orang banyak.
Irham juga menjelaskan hasil rapat dengar pendapat dengan pihak DPRD Kolaka Utara meminta kepada instansi terkait agar melakukan sosialisasi kepada warga yang memiliki hewan pliharaan.
" Bahkan dengan tegas DPRD meminta anjing liar yang berkeliaran di sekitar pemukiman warga agar dibasmi," ungkapnnya.
Dinas kesehatan lanjut Irham tetap berupaya melakukan tindakan antisipasi penyebaran virus rabies dengan memberikan suntikan Vaksin kepada setiap korban.
"Persediaan vaksin rabies juga telah terpenuhi di setiap puskesmas," jelas Irham.
Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Utara, Irham,yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Rabu, membenarkan 17 warga itu sudah ditangani tim medis dan satu korban di rujuk di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka.
Menurutnya merebaknya kasus Rabies di Kolaka Utara akibat binatang peliharaan warga yang tidak terjaga serta kondisi masyarakatnya yang rata-rata bekerja sebagai petani.
" Kita sudah mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing untuk dikandangkan," katanya.
Kasus ini kata dia dinaikkan menjadi siaga satu karena pertimbangan korban gigitan anjing gila yang mencapai puluhan orang dan tidak bisa ditolerir karena merugikan orang banyak.
Irham juga menjelaskan hasil rapat dengar pendapat dengan pihak DPRD Kolaka Utara meminta kepada instansi terkait agar melakukan sosialisasi kepada warga yang memiliki hewan pliharaan.
" Bahkan dengan tegas DPRD meminta anjing liar yang berkeliaran di sekitar pemukiman warga agar dibasmi," ungkapnnya.
Dinas kesehatan lanjut Irham tetap berupaya melakukan tindakan antisipasi penyebaran virus rabies dengan memberikan suntikan Vaksin kepada setiap korban.
"Persediaan vaksin rabies juga telah terpenuhi di setiap puskesmas," jelas Irham.
Pewarta : Darwis Sarkani
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sultra bangun dua sekolah di Kolaka Utara demi pemerataan akses pendidikan
11 February 2026 13:59 WIB
Polisi periksa empat orang terkait pesta miras di Puskesmas Latowu Kolaka Utara
05 January 2026 13:16 WIB
DP3A Kolut gencarkan pelatihan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak
07 October 2025 16:34 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Kolaka siapkan lima puskesmas vaksin meningitis dan polio untuk layani 430 JCH
11 February 2026 14:23 WIB
Pemprov Sultra bangun dua sekolah di Kolaka Utara demi pemerataan akses pendidikan
11 February 2026 13:59 WIB
Pemkot Kendari harapkan TMMD perkuat nilai sosial dan kualitas bermasyarakat
10 February 2026 14:45 WIB
Imigrasi Sultra gandeng Ombudsman dab BIN perkuat pengawasan pelayanan publik
10 February 2026 14:24 WIB