
Pemkot Kendari imbau warga agar rutin laporkan potensi bencana

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengimbau masyarakat agar rutin melaporkan titik-titik potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pohon rawan tumbang di wilayah setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari Cornelius Padang saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan imbauan tersebut disampaikan menyusul potensi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi saat memasuki periode cuaca ekstrem.
“Kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menyampaikan lokasi-lokasi potensi bencana agar bisa segera kami tindak lanjuti,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang diprakirakan terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Kota Kendari, pada Maret hingga Mei 2026.
BPBD, lanjutnya, telah memetakan sejumlah titik rawan bencana yang tersebar di berbagai kelurahan dan kecamatan.
“Untuk tipologi tanah longsor antara lain berada di Kecamatan Kendari, Kendari Barat dan Puuwatu,” ujarnya.
Selain itu, BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari juga melakukan pemangkasan pohon rawan tumbang, di antaranya di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Bende, kawasan Sao-Sao, serta di Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Menurut Cornelius, lokasi tersebut diprioritaskan karena berada di akses jalan utama dan kondisi pohon dinilai berpotensi membahayakan masyarakat maupun pengguna jalan.
Ia menambahkan, tim mitigasi juga terus memantau titik-titik lain, termasuk pohon rawan tumbang di lingkungan permukiman warga.
BPBD mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan potensi bencana melalui layanan darurat Call Center 112.
Berdasarkan data Call Center 112, pada Januari 2026 tercatat sekitar 50 aduan yang ditindaklanjuti BPBD, dengan laporan didominasi kejadian pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor.
“Kami harap masyarakat segera melapor jika menemukan potensi bencana melalui Call Center 112, baik terkait kebencanaan maupun kondisi darurat lain yang menyangkut keselamatan warga,” kata Cornelius.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
