Bulog Sultra Resmikan Distribusi Centre RPK
Jumat, 20 Januari 2017 8:31 WIB
Distribusi Center Rumah Pangan Kita (DC-RPK) Bulog yang baru diresmikan, kamis. (Foto ANTARA/ Suparman)
Kendari (Antara Sultra) - Perum Bulog Sulawesi Tengara meresmikan dan menyosialisasikan Distribusi Centre Rumah Pangan Kita (DC-RPK) di Kantor Bulog Sultra, Kamis.
DC-RPK tersebut diresmikan oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo dihadiri Kepala Divre Bulog Sultra, Dinas Perindag Sultra dan berbagai mitra kerja Bulog Sultra.
"Tugas utama Bulog bukan lagi regulator, sekarang sudah menjadi operator baik untuk BUMN pertanian maupun perdagangan," katanya.
Ia mengatakan, RPK hadir untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok utama di pasaran mulai dari produsen hingga konsumen.
"Berbicara pasar, umumnya berbicara produsen ingin harga tinggi dan konsumen ingin harga rendah. Bulog hadir sebagai penyeimbang untuk menjaga kestabilan harga," katanya.
Kepala Divre Bulog Sultra Laode Amijaya Kamaluddin mengatakan, maksud lain acara itu adalah akan menjadikan DC-RPK sebagai klinik bisnis inkubator.
"Artinya bisnis kecil yang disemai melalui DC-RPK bisa menjadi bisnis besar atau usaha besar," katanya.
Menurut dia, RPK itu disinergikan dengan masyarakat dan pelaku ekonomi kecil karena mereka yang menjadi perpanjangan tangan Bulog dalam memasarkan produk pangan untuk menjaga kestabilan harga.
"Tahun ini kami juga akan buat branding produk Bulog yang akan dijual kepada masyarakat. Sehingga pemasaran produk premium bisa ikut meramaikan perputaran ekonomi dalam aktivitas perdagangan," katanya.
Peresmian itu ditandai pelepasan balon ke udara kemudian dilanjutkan peninjauan DC-RPK tersebut.
DC-RPK tersebut diresmikan oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo dihadiri Kepala Divre Bulog Sultra, Dinas Perindag Sultra dan berbagai mitra kerja Bulog Sultra.
"Tugas utama Bulog bukan lagi regulator, sekarang sudah menjadi operator baik untuk BUMN pertanian maupun perdagangan," katanya.
Ia mengatakan, RPK hadir untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok utama di pasaran mulai dari produsen hingga konsumen.
"Berbicara pasar, umumnya berbicara produsen ingin harga tinggi dan konsumen ingin harga rendah. Bulog hadir sebagai penyeimbang untuk menjaga kestabilan harga," katanya.
Kepala Divre Bulog Sultra Laode Amijaya Kamaluddin mengatakan, maksud lain acara itu adalah akan menjadikan DC-RPK sebagai klinik bisnis inkubator.
"Artinya bisnis kecil yang disemai melalui DC-RPK bisa menjadi bisnis besar atau usaha besar," katanya.
Menurut dia, RPK itu disinergikan dengan masyarakat dan pelaku ekonomi kecil karena mereka yang menjadi perpanjangan tangan Bulog dalam memasarkan produk pangan untuk menjaga kestabilan harga.
"Tahun ini kami juga akan buat branding produk Bulog yang akan dijual kepada masyarakat. Sehingga pemasaran produk premium bisa ikut meramaikan perputaran ekonomi dalam aktivitas perdagangan," katanya.
Peresmian itu ditandai pelepasan balon ke udara kemudian dilanjutkan peninjauan DC-RPK tersebut.
Pewarta : Suparman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Kendari dan Bulog beri bantuan pangan untuk 27 ribu keluarga jelang Lebaran
19 March 2026 23:00 WIB
Bulog salurkan 451,6 ton beras bagi 22.584 penerima bantuan pangan di Kolaka
18 March 2026 22:57 WIB
Bulog Sultra siapkan penyaluran bantuan beras dan minyak goreng untuk 360 ribu penerima
25 February 2026 5:56 WIB
Bulog Sultra pastikan stok 76 ribu ton beras cukup penuhi kebutuhan Ramadhan 2026
12 February 2026 20:29 WIB
Jelang panen raya, Bulog Sultra distribusikan 44 ribu ton beras ke wilayah timur
27 January 2026 13:29 WIB
BPN Muna Barat dampingi peninjauan lokasi pembangunan Bulog di Desa Kasimpa
22 December 2025 22:46 WIB
Hadapi Natal 2025 hingga Idul Fitri 1447 H, stok beras Sultra dipastikan aman
10 December 2025 13:30 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Harga emas Minggu pagi turun UBS Rp2,933 juta/gr dan Galeri24 Rp2,920 juta/gr
22 March 2026 8:59 WIB
DJPb catat realisasi pajak di Sultra capai Rp551,09 miliar per Februari 2026
20 March 2026 17:21 WIB
ASDP operasikan layanan penyebrangan di Pelabuhan Torobulu 24 jam akibat lonjakan pemudik
18 March 2026 21:36 WIB