Kamis, kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 7.110 orang

id Masker

Kamis, kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 7.110 orang

Data situasi COVID-19 di Indonesia, Kamis (24/11/2022) yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. (ANTARA/HO-Satgas COVID-19)

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan kasus harian COVID-19 bertambah 7.110 orang hingga Kamis, pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Kamis, mencatat adanya penambahan kasus harian itu maka total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.634.648 orang.

Disebutkan, provinsi yang menjadi penyumbang penambahan kasus terbanyak yakni DKI Jakarta 3.018 kasus, Jawa Barat 1.454 kasus, Banten 732 kasus, Jawa Timur 623 kasus, dan Jawa Tengah 412 kasus.

Sementara itu tercatat angka kesembuhan COVID-19 bertambah 7.669 orang. Dengan penambahan angka kesembuhan itu maka total kesembuhan COVID-19 sejak Maret 2020 berjumlah 6.411.220 orang.

Satgas mencatat, penambahan angka kesembuhan COVID-19 terbanyak di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 4.100 orang, Banten 908 orang, Jawa Barat 856 orang, Jawa Timur 586 orang, dan Jawa Tengah 279 kasus.

Sedangkan penambahan kasus meninggal tercatat sebanyak 41 orang, diantaranya di Provinsi Jawa Timur 12 orang, DKI Jakarta sembilan orang, Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, dan Sumatera Selatan masing-masing tiga orang.

Satgas COVID-19 juga mencatat, jumlah kasus aktif yang mencakup penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri pada hari ini sebanyak 63.863 kasus aktif, turun 600 orang dibandingkan hari sebelumnya (23/11).

Selain itu terdapat pula 6.320 orang yang masuk dalam kategori suspek.

Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian pada hari ini terhadap 78.112 spesimen dari 36.085 orang yang diperiksa di ratusan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia.

Tingkat positivity rate spesimen harian adalah 15,59 persen dan untuk tingkat positivity rate orang harian adalah 19,70 persen.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengimbau semua pihak untuk memperkuat pengendalian diri (self control) selama COVID-19 masih bermutasi dan berada di lingkungan sekitar.

"Kalau ada yang punya gejala batuk, pilek, apalagi sampai demam tinggi segera lakukan self control. Lakukan pengendalian diri karena adanya risiko tinggi di sekitar kita akibat adanya COVID-19," kata Reisa.*
 
 
Foto masker kesehatan (ANTARA/Wuryanti Puspitasari)



Booster kedua


Epidemiolog lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr Yudhi Wibowo mengingatkan pentingnya vaksinasi booster COVID-19 dosis kedua, atau suntikan keempat untuk memberikan proteksi yang maksimal bagi lansia.

"Vaksinasi booster COVID-19 dosis kedua penting bagi kelompok lansia guna memberikan proteksi yang maksimal dari risiko penularan COVID-19," katanya ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Menurut dia, program pemerintah terkait pemberian vaksinasi booster dosis kedua perlu didukung penuh guna mempercepat penanganan pandemi di Tanah Air.

"Program ini perlu didukung guna meningkatkan cakupan vaksinasi booster kedua bagi lansia," katanya.

Menurut Yudhi Wibowo, vaksinasi booster COVID-19 dosis kedua diperlukan untuk menurunkan angka hospitalisasi dan mencegah sakit dengan gejala yang berat.

"Pengalaman selama pandemi ini menunjukkan bahwa vaksinasi terbukti dapat menurunkan angka hospitalisasi dan mencegah sakit dengan gejala yang berat, tentu hal ini sangat penting bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid" katanya.

Menurut dia, pemerintah perlu terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19 guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat.

"Sosialisasi dan edukasi mengenai vaksinasi bisa melibatkan puskesmas atau kader-kader kesehatan yang ada di setiap desa," katanya.

Yudhi juga mengingatkan bahwa pada saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir sehingga peningkatan cakupan vaksinasi dan juga protokol kesehatan tetap harus menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto mengatakan bahwa pada saat ini terjadi tren kenaikan kasus COVID-19 akibat subvarian baru.

"Belakangan ini terjadi peningkatan kasus COVID-19 sehingga masyarakat perlu meningkatkan protokol kesehatan dan melengkapi diri dengan vaksinasi guna mengantisipasi meluasnya subvarian baru XBB," katanya.

Menurutnya, vaksinasi booster sangat diperlukan guna mencegah risiko gejala berat dan risiko rawat inap, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan mereka yang memiliki komorbid.

"Masyarakat juga perlu mengingat bahwa dalam enam hingga delapan bulan dari penyuntikan vaksinasi dosis penguat pertama ada kemungkinan penurunan kadar antibodi sehingga perlu dosis penguat kedua," katanya.*








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Angka kasus harian COVID-19 bertambah 7.110 orang
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2022