
Pemprov Sultra gandeng psikolog guna cegah perundungan di sekolah

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng psikolog guna mencegah terjadinya perundungan di seluruh sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Bumi Anoa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Provinsi Sultra Aris Badara saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama strategis dengan pakar psikologi dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.
Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pendampingan mental baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
"Kami sudah berkoordinasi dengan psikolog dari Universitas Halu Oleo. Dalam waktu dekat kita akan melakukan education psychology di sekolah-sekolah untuk melihat bentuk penanganan yang paling tepat," kata Aris Badara.
Dia menyebutkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan atensi khusus pada kasus perundungan yang telah terjadi dengan turun langsung menemui orang tua dan siswa terdampak guna memastikan proses pemulihan berjalan baik.
Ia mengungkapkan bahwa selain menggunakan pendekatan psikis, Dikbud Sultra juga menginstruksikan sekolah untuk memperketat regulasi penggunaan telepon genggam.
"Penggunaan HP di lingkungan sekolah kini dibatasi hanya untuk mendukung proses belajar mengajar," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa untuk memastikan efektivitas program tersebut pihaknya meminta agar wali kelas, guru bimbingan konseling (BK), dan orang tua siswa untuk bersama-sama bersinergi dalam melakukan pengawasan terhadap anak didik.
"Seluruh guru dan orang tua harus berperan aktif. Pengawasan ketat diperlukan agar lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar tanpa rasa takut akan kekerasan," tambahnya.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
