Ini kabar COVID-19 dunia, dari Korsel hingga Kolombia

id covid-19,omicron,vaksin

Ini kabar COVID-19 dunia, dari Korsel hingga Kolombia

Orang-orang antre untuk mendapatkan suntikan dosis penguat (booster) vaksin COVID-19 di sebuah klinik di dalam Metro Toronto Convention Centre, Toronto, Kanada, Kamis (23/12/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Cole Burston/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Berikut adalah ringkasan perkembangan pandemi COVID-19 di berbagai belahan dunia hari ini:

Bos perusahaan Korsel positif COVID setelah menghadiri CES

Lebih dari 30 petinggi perusahaan besar Korea Selatan yang menghadiri pameran dagang teknologi CES di Las Vegas pekan lalu terbukti positif COVID-19 selama berada di Amerika Serikat.

Sebagian besar petinggi Samsung yang positif telah diterbangkan pulang dari Nevada dalam dua pesawat sewaan dan tiba di Korsel pada Selasa (11/1) malam, dan sisanya akan dipulangkan pada hari berikutnya, kata koran Chosun Ilbo yang mengutip sejumlah sumber.

Tianjin, China gelar tes massal lagi

Kota Tianjin di China kembali menggelar tes COVID bagi 14 juta warganya pada Rabu untuk mencegah penyebaran varian Omicron.

Kota itu pada Selasa melaporkan 33 kasus infeksi lokal dengan gejala terkonfirmasi, naik dari 10 kasus pada hari sebelumnya, menurut data resmi.

Biden dan pejabat AS bela penanganan COVID-19 pemerintah

Presiden Joe Biden dan para petinggi kesehatan Amerika Serikat pada Selasa membela kebijakan pemerintah dalam penanganan COVID-19 ketika kasus harian mencetak rekor tertinggi baru yang sebagian besar dipicu oleh varian Omicron.

Biden telah dituduh lebih mementingkan vaksinasi ketimbang tes dan dukungan bagi sistem kesehatan yang kewalahan. Dia mengatakan dirinya "yakin kami sudah berada di jalur yang benar" untuk memerangi pandemi.

Quebec: Tak mau divaksin, bayar pajak

Quebec, provinsi terpadat kedua di Kanada, berencana memaksa penduduk dewasa yang menolak vaksin COVID-19 untuk membayar "kontribusi kesehatan".

Langkah itu kemungkinan akan menyulut perdebatan tentang hak-hak individu dan tanggung jawab sosial.

Pemimpin Quebec Francois Legault mengatakan usulan itu –rinciannya masih difinalisasi– akan mengecualikan mereka yang tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan.

Lonjakan kasus paksa Finlandia tetapkan prioritas

Angka kasus yang meningkat drastis memaksa pemerintah daerah di Finlandia untuk menyimpang dari strategi pemerintah dalam hal tes massal, penelusuran dan isolasi.

Helsinki dan kota-kota di sekitarnya menyarankan agar warga yang bergejala ringan tak perlu melakukan tes resmi karena waktu tunggu hasil tes kini bisa memakan waktu berhari-hari, kata pemda dalam pernyataan bersama.

Sebagai gantinya, mereka yang bergejala, termasuk anak-anak, dianjurkan untuk tetap tinggal di rumah.

Kolombia pangkas waktu tunggu dosis penguat

Kolombia akan mengizinkan penduduknya untuk mendapatkan dosis penguat (booster) vaksin empat bulan setelah menerima dosis lengkap, kata Presiden Ivan Duque.

Sementara itu, mereka yang terinfeksi bisa mendapatkan vaksin 30 hari setelah menyelesaikan isolasi, bukan enam bulan seperti aturan sebelumnya.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2022