Telkomsel menghadirkan jaringan 4G LTE di daerah pelosok Bombana

id Telkomsel, bombana, 4g, sultra

Telkomsel menghadirkan jaringan 4G LTE di daerah pelosok Bombana

Ilustrasi - New combat PT Telkomsel yang ada di Kelurahan Tongano, Barat Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dengan hadirnya new combat jaringan Telkomsel 4G, warga di kelurahan tersebut yang berjumlah kurang lebih 1.900 jiwa dapat mengakses jaringan dengan mudah. ANTARA/HO-Telkomsel Kendari.

Kendari (ANTARA) - PT Telkomsel menghadirkan jaringan 4G Long Term Evolution (LTE) di Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Manager Network Service Telkomsel Branch Kendari Teksan Ismail melalui pesan WhatsAppnya di Kendari, Selasa, mengatakan pihaknya terus berkomitmen membangun seluruh Indonesia dengan menghadirkan layanan telekomunikasi hingga ke pelosok sehingga dapat menikmati layanan Telkomsel yang berkualitas.

"Telkomsel berkomitmen untuk terus berupaya menghadirkan akses 4G LTE diseluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra)," kata dia.

Ia menuturkan, hal tersebut dilakukan agar pemanfaatan jaringan internet terkini semakin tersebar luas dan merata hingga ke daerah pelosok termasuk di Desa Hukaea Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana.

"On air-nya pada 28 April 2021," kata Teksan Ismail.

Menurutnya, Telkomsel membangun satu Base Transceiver Station (BTS) untuk meng-cover wilayah tersebut. Apalagi, sebelumnya, di Hukaea tidak ada signal (jaringa) sama sekali.

"Sejak on air, respons dari warga sekitar berdasarkan perhitungan traffic voice dan payload data sangat bagus. Sebelumnya tidak ada jaringan karena jarak dari BTS terdekat sejauh 6 km," beber Teksan.

Ia mengklaim Telkomsel merupakan operator pertama dan satu-satunya yang telah on air di Desa Hukaea.

"Secara kontur, listrik dan populasi terpenuhi sehingga dibangun tower didaerah tersebut. Tower yang kita pasang permanen dengan ketinggian 52 meter," kata Teksan menambahkan.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar