Pebulu tangkis Hendra Setiawan idolakan Tony Gunawan

id Hendra Setiawan,bulu tangkis,PBSI

Pebulu tangkis Hendra Setiawan idolakan Tony Gunawan

Pebulu tangkis ganda putra Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan berpose sebelum berlatih jelang All England 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis (5/3/2020). Hendra dan Ahsan yang menjadi bagian dari 25 atlet Indonesia pada All England 2020 merupakan juara bertahan noor ganda putra dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu pada 2019. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta (ANTARA) - Hendra Setiawan mengaku mengidolakan mantan pebulu tangkis Indonesia, Tony Gunawan, yang kini sudah menjadi warga negara Amerika Serikat.

Pasangan Mohammad Ahsan itu memang dikenal dengan kelihaiannya saat netting kala bertanding. Ia mengatakan gaya permainan yang ia lakukannya itu terinspirasi dari teknik bermain Tony Gunawan.

"Pemain favorit saya Tony Gunawan. Dulu selalu lihat videonya saat dia masih bermain," kata Hendra dalam wawancara virtual bersama PB PBSI lewat Instagram live, Sabtu.

"Saya mau mengikuti (gaya permainannya), tapi tidak bisa jadi saya mengembangkan sendiri permainan saya," ujarnya menambahkan.

Selain Tony yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 2000 Sydney, Hendra turut memuji permainan mantan pebulu tangkis lainnya, Sigit Budiarto.



Sementara di era sekarang, peraih medali emas Olimpiade 2008 Beijing itu mengungkapkan bahwa Kevin Sanjaya merupakan pebulu tangkis dengan teknik permainan yang mendekati kemampuan Tony Gunawan dan Sigit Budiarto, bahkan melampuai dirinya.

"Kalau sekarang pasti Kevin (Sanjaya). Saya selalu kalah kalau main sama dia," ujarnya.

Meski berstatus sebagai pemain senior dan lebih berpengalaman, pasangan Hendra/Ahsan nyatanya hanya mampu mencatatkan dua kemenangan dari total 13 pertemuannya dengan Kevin/Marcus.

Dua kemenangan atas The Minions tersebut diraih Hendra/Ahsan kala bertanding di Indonesia Open 2015 dan Malaysia Open 2016.





 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar