Di Kendari, permintaan daging sapi turun sejak wabah COVID-19

id Sapi

Di Kendari, permintaan daging sapi turun sejak wabah COVID-19

Daging sapi di Pasar tradisional (ANTARA/Moh Ridwan)

Kendari (ANTARA) - Permintaan kebutuhan daging sapi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini menurun sejak terjadinya wabah virus corona atau COVID-19.

Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kendari, Romy Yulianto, di Kendari, Sabtu, mengatakan, turunnya permintaan daging sapi di Kendari ditandai permintaan untuk sapi potong yang disembelih di RPH tersebut menurun drastis.

"Dimana jumlah rata-rata pemotongan di RPH sebelum ada isu Corona ini adalah 21 ekor setiap harinya tetapi sekarang hanya berkisar 5-8 per ekor perhari,” katanya.

Ia mengaku enggan memotong sapinya yang ada di kandang karena permintaan dari langganan tetapnya, seperti penjual coto, bakso dan pelanggan lainnya, sedikit.

"Saat ini stok sapi di kandang penampungan setiap hari sekira 46-57 ekor, jumlah stok ini cukup banyak dibanding sebelum adanya isu corona," katanya.

RPH tetap melakukan pelayanan tiap hari demi pelayanan publik dalam hal pengawasan, pembersihan ruang produksi pasca pemotongan sapi, pembersihan kandang dan penarikan retribusi.

Sementara itu, harga daging sapi di pasaran tradisional di Kendari masih berkisar Rp120 ribu sampaibRp130 ribu per kilogram
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar