LRSLU Minaula Kota Kendari beri penguatan pegiat Lansia di Papua

id LRSLU Minaula, Papua

LRSLU Minaula Kota Kendari beri penguatan pegiat Lansia di Papua

Kepala Loka LRSLU Minaula Kendari, Syamsuddin saat memberikan materi pengutan kepada penggiat pendamping Lansia di Jayapura, Papua. (ANTARA/HO-LRSLU Minaula Kendari)

Kendari (ANTARA) - Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari, Sulawesi Tengggara, memberikan penguatan pada Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) dan pegiat lansia di Papua.

Kepala LRSLU Minaula Kendari, Syamsuddin, mengatakan penguatan tersebut diberikan selama tiga hari saat tim dari Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Minaula Kendari, Kemensos RI melakukan kunjungan kerja di Jayapura, Papua.

"Selain untuk mensosialisasikan Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia 2020 Kementerian Sosial, juga untuk memberikan penguatan kepada stakeholder baik bagi pengurus dan Pendamping LKS LU, juga kepada Dinas Sosial kota dan provinsi serta seluruh pemerhati lansia," kata Syamsuddin dalam rilisnya, yang diterima di Kendari, Minggu.

Syamsuddin menjelaskan bahwa Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PROGRES LU) 2020, bersifat holistik sistematik dan terstandar, yang terdiri atas bantuan bertujuan pendampingan untuk pemenuhan hak hidup layak dan penguatan akses layanan, perawatan sosial atau social care, dukungan keluarga dan terapi.

Dalam pelaksanaannya, katanya, PROGRES LU akan melibatkan atau bermitra dengan LKS LU yang ada di Papua. Karena itu, LKS LU harus diberikan penguatan baik dari aspek kelembagaan, SDM maupun pemahaman yang komperehensif terkait kelanjut usiaan.
Kepala Loka LRSLU Minaula Kendari, Syamsuddin saat bertemu Lansia di Papua. (ANTARA/HO-LRSLU Minaula Kendari)



Menurutnya, pendampingan kepada lansia harus dilakukan secara profesional. Karena para pendamping LKS LU seharusnya dibekali dengan nilai dan prinsip, pengetahuan, keterampilan serta teknik teknik pendampingan agar proses pendampingan dapat tepat sasaran dengan hasil yang optimal dalam rangka meningkatkan keberfungsian sosial dan kualitas hidup lansia.

"Para pendamping ketika melakukan pendampingan harus mampu merangkul dan melibatkan pihak pihak terkait seperti puskesmas, lembaga keagamaan, BPJS, Dukcapil, kerabat, keluarga dan masyarakat sekitar," jelasnya.

Ia berharap, pendamping memahami teknik manajemen kasus, sehingga tidak bekerja sendiri tapi memiliki koneksi dan jaringan kerja yang luas. Selain itu, dapat mengedukasi keluarga agar memiliki pengetahuan yang memadai tentang lansia, sehingga penelantaran dan perlakuan salah (abuse) pada lansia bisa diminimalisir.

"Kemudian keluarga juga ditingkatkan kompetensinya dengan teknik perawatan dasar bagi lansia terutama bagi lansia tidak potensial (total care)," pungkasnya.

Selain memberikan penguatan kompetensi baik dari aspek nilai, pengetahuan maupun skill kepada para pendamping lansia, tim Minaula juga menyempatkan untuk melakukan kunjungan ke salah satu LKS LU di Jayapura yakni LKS LU Air Mata Mama.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar