Kemenaker mengalokasikan Rp5,2 triliun untuk pelatihan SDM

id Kemnaker

Kemenaker mengalokasikan Rp5,2 triliun untuk pelatihan SDM

Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kemnaker Bambang Satrio Lelono. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengalokasikan dana sebesar Rp5,2 triliun untuk pelatihan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) se-Indonesia termasuk di BLK Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Anggaran totalnya di Kementerian Ketenagakerjaan itu Rp6,9 triliun yang Rp5,2 triliun itu untuk pelatihan SDM," kata Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, Jumat.

Bambang mengungkapkan 76 persen alokasi dana tersebut untuk pelatihan dan pendidikan vokasi atau pengembangan SDM termasuk untuk pembangunan fasilitas, peremajaan alat di setiap BLK se-Indonesia.

Angka ini dalam waktu tiga tahun terakhir meningkat tiga kali lebih.

Menurut dia, hal itu merupakan wujud keseriusan Kementerian Ketenagakerjaan dalam rangka untuk merespon program prioritas pembangunan nasional, yaitu pembangunan kualitas SDM.

"Anggaran tersebut adalah untuk mengimplementasikan program-program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas yang akan dilatih pada tahun 2020 ini sebanyak kurang lebih 500.000 orang dan juga akan mensertifikasi 381.065 orang," katanya.

Menurut Bambang, pelatihan menjadi salah satu solusi bagi setiap tenaga kerja dalam rangka untuk meningkatkan keterampilannya dan untuk mendapatkan pekerjaan.

Sehingga ia meminta kepada peserta di BLK Kendari agar tidak hanya meningkatkan skill (technival skill, soft skill), tetapi juga harus melek teknologi.

Dengan alokasi dana yang lumayan besar, kata dia, diharapkan peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi dapat mencapai sasaran, tidak hanya terhadap aspek kuantitas dan kualitas, tetapi juga pada aspek penerapan tenaga kerja di Indonesia juga termasuk peningkatan produktivitasnya.

"Artinya anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan juga dunia industri sehingga dapat menyerap tenaga kerja, dapat meningkatkan kesejahteraan dan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dan mendorong ekonomi nasional," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar