Polisi selidiki penyebab kematian mahasiswi USN Kolaka di kontrakan

id Meninggal

Polisi selidiki penyebab kematian mahasiswi USN Kolaka di kontrakan

Ilustrasi.

Kolaka (ANTARA) - Kepolisian Resor Kolaka, Sulawesi Tenggara, masih melakukan penyelidikan atas laporan warga yang menemukan salah seorang mahasiswi USN yang meninggal di kamar kontrakan, Senin malam sekitar pukul 20.00 wita.

Humas Polres Kolaka,Bripda Riswandi yang dikonfirmasi menjelaskan atas laporan masyarakat ditemukan korban salah seorang mahasiswi USN di kamar kontrakan yang beralamat jalan Pelanduk kelurahan Lalombaa Kecamatan Kolaka.

 " Telah ditemukan mayat perempuan atas nama  Indriati Hasan alias Enceng, umur 21 tahun, Agama Islam, Pekerjaan Mahasiswi USN Kolaka, Alamat  Pinanggo Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur," katanya

Menurut Riswandi kronologis kejadian awalnya tetangga korban Suri,selesai melaksanakan shalat Isya di rumahnya keluar rumah dan melihat rumah kontrakan dalam keadaan mati lampu dan pintu belakang terbuka. 

Melihat kondisi seperti itu lanjut Riswandi,Suri memanggil Narti untuk melihat kondisi kontrakan itu karena tidak biasanya padam lampu dan menemukan Indriati alias Enceng terbaring di kasur dan sudah tidak bernyawa lagi.

" Sekitar pukul 21.15 almarhumah langsung dibawa ke rumah sakit Brnyamin Guluh untuk pemeriksaan medis," ungkap Riswandi.

Riswandi juga menjelaskan menurut keterangan saksi bahwa almarhum sudah dua tahun tinggal di kontrakan itu bersama iparnya bernama Fitriani yang berprofesi sebagai perias pengantin dan sekitar pukul 02.00 wita,almarhum berangkat dari tempat acara pesta pernikahan di Desa Lalonggopi Kecamatan Wolo  menuju Kolaka dan tiba di rumah kost sekira pukul 04.30 Wita.

Sementara lanjut dia pengakuan  Ferianti salah seorang keluarga almarhumah bahwa Enceng sering mengalami keluhan penyakit asma dan sakit kepala yg sudah lama dideritanya.

" Terkait perisitiwa yang terjadi masih dilakukan penyilidikan serta mengumpulkan informasi dan alat bukti," jelas Riswandi.




 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar