Temu bisnis antara pelaku usaha dan petani di HPS

id dirjen

Temu bisnis antara pelaku usaha dan petani di HPS

Dirjen Perkebunan Kementan RI, Kasdi Subagyono saat memberi sambutan pada temu bisnis di salah satu hotel di Kendari, Minggu (3/11/2019). (Foto Antara/Azis senong)

Kendari (ANTARA) - Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono mengapresiasi kegiatan temu bisnis nasional antara pelaku usaha dengan sejumlah kelompok tani yang bergerak pada usaha pertanian, peternakan dan usaha jasa lainnya yang ditandai dengan penandatanganan kerjasama dalam rangkaian Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 tahun 2019 di salah satu hotel di Kendari, Minggu.

Temu bisnis HPS yang diawali dengan sambutan Gubernur Sultra yang diwakili Kepala Badan Diklat Sumberdaya Manusia Provinsi, Hj Nur Endang Abbas Aburaera mengatakan atas nama pemerintah provinsi mengapresisasi kegiatan yang dilakukan Kementerian Pertanian dengan sejumlah mitra usaha lainnya dalam rangka kesinambungan sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Menurut Dirjen Perkebunan, di Sultra sendiri berdasrkan data IQFAST (Indonesian Uarantine Full Automatic Sistem) memiliki komoditas unggulan di bidang pertanian dan perkebunan, berpotensi dapat diekspor ke luar negeri antara lain, Singapura, Malaysia, Jepang, China, Korea, India, Arab Saudi, Amerika Serikat dan bebearpa negara di Eropa.

Komoditas yang dimaksud di Sultra adalah kopra kurang lebih 45 ribu ton, beras/padi 27,3 ribu ton, mete/kacang mete sekitar 7,8 ribu ton, kakao biji sekitar 4,5 ribu ton jagung sekitar 3,9 ribu ton dan cengkih sekitar 3 ribu ton.

Sementara itu, Kepala Badan Diklat dan Sumberdaya Manusia Nur Endang mewakili gubernur Sultra mengatakan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini kementan dan Bulog yang telah mempasilitasi kegiatan temu bisnis tersebut.

Ia mengatakan Sultra memiliki berbagai komoditi unggulan baik disektor pertanian, perkebunan serta hasil pertanian yang potensinya cukup besar yang memerlukan dukungan dari dunia usaha untuk datang berinvestasi di daerah ini.

"Dengan komoditas unggulan tersebut, sangat memungkinkan untuk mendorong laju pertumbuhan perekonomian dan daya saing daerah," ujarnya.

Rangkaian kegiatan temu bisnis yang di awali dengan pendatangan MoU antara pelaku usaha dan petani di Sultra dan dari luar provinsi, dan antara Pemprov Sultra dengan Perum Bulog terkait pengadaan dan penyaluran beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup pemerintah provinsi Sultra, juga dihadiri sejumlah bupati di antaranya Bupati Kolaka Utara Nur Rahman dan Bupati Buton Utara Abu Hasan.

"Kami menilai kegiatan temu bisnis dalam rangka HPS kali ini merupakan salah satu wujud komitmen yang kuat dan kerjasama yang sinergis dan harmonis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya," ujarnya.
 
Direktur Komersil Perum Bulog, Mansyur (kiri) bersama Kepala Badan Diklat dan SDM Sultra, Hj Nur Endang Abbas bersama Plt kepala Bulog Sultra dan Dirjen Perkebunan Kementan saat melakukan MoU. (Foto Antara/Azis senong)

Sementara itu, Direktur Komersial Perum Bulog Mansyur mengatakan, Perum Bulog hadir dalam panggung Hari Pangan Sedunia ke-39 di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, tidak lain untuk mengampanyekan beras kaya vitamin dengan nama beras FortiVit .

"Bulog siap melayani berapa pun permintaan pasar sebagai wujud servis kepada konsumen, dan hingga saat ini Bulog mamsih memilih cadangan stok beras sekitar 14 ribu ton, yang tersebar disejumlah gudang penyimpangan beras.

Menurut mansyur, Bulog meluncurkan beras FortiVit sebagai strategi program perbaikan gizi masyarakat dan percepatan pencegahan stunting (anak kerdil).

"Sebenarnya beras FortiVit sama dengan beras pada umumnya tetapi cara pengolahannya dan mengandung vitamin khusus dalam setiap kemasan," kata Mansur seraya menambahkan bahwa dalam HPS kali ini Bulog mempunyai 50 prodak beras dari berbagai jenis dan pada HPS di Kendari dibawa sekitar 36 jenis produk.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar