FIB UHO dorong pemuda hadapi era industri 4.0

id FIB UHO

FIB UHO dorong pemuda hadapi era industri 4.0

Dekan FIB UHO, Dr. Ahmad Marhadi (tengah) bersama para mahasiswa usai dialog publik dengan tema "Peran pemuda dalam menjaga eksistensi (keberadaan) serta esensi budaya dan sastra di era 4.0,", di Kendari, Sabtu. (ANTARA/Sucia Armadani)

Kendari (ANTARA) - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, mendorong generasi muda menghadapi era industri 4.0 melalui dialog publik dengan tema "Peran pemuda dalam menjaga eksistensi keberadaan serta esensi budaya dan sastra di era 4.0," Kendari, Sulawesi Tenggra (Sultra), Sabtu.

Dekan FIB UHO, Dr. Ahmad Marhadi mengatakan, di era 4.0 ini sangat menantang, baik secara segi digital atau produk maupun pengaruh budaya asing yang bisa mempengaruhi pola hidup manusia sehingga dibutuhkan peran-peran pemuda yang berintelektual tinggi.

"Bangsa ini lagi diuji dengan begitu banyak kejadian, tentu dengan itu dibutuhkan peran pemuda-pemuda yang cerdas dan punya intelektual sehingga diharapkan bisa menjaga eksistensi budaya kita dan menjadi kekuatan dalam menghadapi era  digitalisasi ini," kata Dr. Ahmad Marhadi, di Kendari, Sabtu.

Ia juga mengatakan, para pemuda harus memperkuat nasionalisme dan tetap mempertahankan eksistensi budaya dan sastra yang ada di Indonesia itu tidak bergeser.
 
Dekan FIB UHO, Dr. Ahmad Marhadi (tengah) bersama para mahasiswa usai dialog publik dengan tema "Peran pemuda dalam menjaga eksistensi (keberadaan) serta esensi budaya dan sastra di era 4.0,", di Kendari, Sabtu. (ANTARA/Sucia Armadani)



Sementara itu, Ketua jurusan Sastra Inggris FIB, Dr. Lilik Rita Lindayani, juga memberikan pemahaman tentang eksistensi budaya era 4.0 melalui sudut pandangnya sebagai orang linguistik yang mengikuti kajian budaya.

"Jika sastra berbicara tentang eksistensi di era 4.0 mengatakan 'Anda bisa berbuat, setelah saya berhenti berbuat' dan hal itu sulit dilakukan anak muda karena eksistensi atau keberadaan itu tidak bisa sendirian," katanya.

Menurutnya, hal itu berkaitan dengan revolusi industri 4.0 yang mengharuskan ada efesiensi dari anak muda, bisa tampil beda dari realitas yang ada sekarang, bukan sekedar diri tapi diri juga harus berbuat.

"Harapannya dalam menghadapi era 4.0 anak muda bisa berperan bebas, memperkuat benteng diri, mengambil hal-hal positif dari era ini, menggunakan literasi digital sebaik mungkin, kemudian menjadikan inspirasi," ungkapnya.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Inggris dan dihadiri puluhan mahasiswa dari Jurusan Sastra Inggris, Ekonomi dan Jurnalistik UHO, dan menghadirkan dua pemateri, yakni Dekan FIB Dr. Ahmad Marhadi dan Ketua Jurusan Sastra Inggris Dr. Lilik Rita Lindayani.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar