Di Sultra, Pertumbuhan industri manufaktur meningkat 15,86 persen

id manufaktur,bps,pertumbuhan ekonomi sultra

Kepala Bidang Statistik dan Produksi BPS Sultra, Ny Dahliani (kanan), (foto ANTARA/ Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Pertumbuhan produk industri manufaktur besar dan sedang di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) triwulan II-2019 meningkat sebesar 15,86 persen (y-on-y) terhadap triwulan II-2018

Kepala Bidang Statistik dan Produksi BPS Sultra, Ny Dahliani di Kendari, Jumat mengatakan, industri yang mengalami peningkatan produksi tertinggi adalah industri barang galian bukan logam sebesar 43,25 persen.

Industri logam dasar naik sebesar 16,71 persen. Sedangkan yang mengalami penurunan produksi adalah adalah industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furniture) turun sebesar 23,22 persen, dan industri makanan turun sebesar 19,59 persen.

Sementara, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang provinsi Sulawesi Tenggara triwulan II-2019 meningkat sebesar 16.33 persen (q-to-q) terhadap triwulan I-2019. Industri yang mengalami peningkatan produksi terbesar adalah industri barang galian bukan logam sebesar 32.99 persen.

Ia mengatakan, jenis industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami peningkatan produksi (y-on-y) pada triwulan II 2019 terhadap triwulan II 2018.

Lanjut Dahliani, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II mengalami peningkatan sebesar 16,33 persen terhadap triwulan I tahun 2019.

Baca juga: Tingkat hunian hotel di Kendari meningkat jadi 32,93 persen
Salah satu aktivitas produk kerajinan rotan di kabupaten Konawe, (foto ANTARA/ Azis Senong)

Pada triwulan I 2019 mengalami peningkatan sebesar 6,91 persen terhadap triwulan IV 2018, dan pada triwulan IV 2018 mengalami penurunan sebesar 9,25 persen terhadap triwulan III 2018.

Adapun jenis-jenis manufaktur yang mengalami peningkatan produksi tertinggi pada triwulan II-2019 terhadap triwulan II-2018 adalah industri pengolahan naik 107,81 persen, industri barang galian bukan logam naik 37,00 persen, industri minuman naik 32,47 persen dan industri barang logam bukan mesin dan peralatanya naik 31,64 persen.

Baca juga: BPS: Nilai ekspor Sultra pada Juni turun 9,27 persen
Baca juga: Juli 2019, Kota Kendari deflasi 0,24 persen
Baca juga: Di Sultra, indeks pembangunan manusia alami kemajuan menjadi 70,61

 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar