Daud Yordan menerapkan strategi menyerang lawan Aekkawee

id daud yordan,aekkawee kaewmanee

Daud Yordan menerapkan strategi menyerang lawan Aekkawee

Petinju Indonesia Daud Yordan melakukan latihan di Denpasar, Bali, Senin (15/7/2019). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pd. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Kendari (ANTARA) - Petinju Indonesia pemegang gelar WBO Intercontinental kelas ringan (61,2 kilogram), Daud Yordan, bakal menerapkan strategi menyerang saat menghadapi petinju tuan rumah Aekkawee Kaewmanee dalam pertarungan bertajuk "WBC International Challenge Belt" di Pattaya, Thailand, 4 Agustus mendatang.

"Saya sudah mempelajari rekaman pertarungan calon lawan saya. Dia (Aekkawee Kaewmanee) memiliki tipe bertarung petinju "boxer" yang menunggu untuk diserang lawan," kata Daud Yordan ketika dihubungi dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu.

Menghadapi lawan dengan tipe seperti itu, kata petinju dengan rekor bertarung 38 kali menang (26 di antaranya dengan KO) dan empat kali kalah tersebut, akan menerapkan gaya bertarung dirinya yaitu menyerang sejak ronde-ronde awal dan tidak memberi kesempatan kepada lawan untuk membalas serangan.

Ketika ditanya latihan yang dijalani sekarang ini untuk persiapan menghadapi petinju Thailand mendatang, petinju Sasana Kayong Utara tersebut mengatakan, sekarang ini sudah tinggal menjaga kondisi badan saja sedangkan latihan dengan mitra tanding sudah selesai Jumat (26/7).

"Latihan dengan mitra tanding atau 'sparring partner' sudah selesai kemarin atau Jumat, sekarang ini tinggal menjaga kondisi tubuh saja. Selama di Bali di bawah asuhan pelatih Pino Bahari, saya sudah berlatih dengan 'sparring' sebanyak 30 ronde," katanya menegaskan.

Ketika ditanya rencana berangkat ke Pattaya, Thailand, Daud Yordan mengatakan, dirinya akan berangkat pada Kamis (1/8) sedangkan pertarungannya sendiri dilaksanakan pada Minggu (4/8) waktu setempat.

Pertarungan melawan petinju dari Thailand mendatang bukan yang pertama bagi Daud Yordan. Pertarungan terakhir melawan petinju Thailand dijalani petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat, tersebut saat menghadapi Campee Phayom.

Pada pertarungan yang dimainkan di Singapura, 25 Maret 2017 tersebut, Daud Yordan yang memiliki rekor bertarung 38 kali menang (26 di antaranya dengan KO) dan empat kali kalah tersebut berhasil menang pada ronde kedua.

Sebelumnya juga menang TKO atas Akrapong Nakthaaem pada pertarungan di Jakarta 16 Juni 2008 kemudian menang TKO atas Peesaddaeng Kiatsakthanee di Jakarta, 27 September 2007. Kemudian menang atas Surasak Makordae di Jakarta 15 Maret 2007, menang atas Kongtoranee Sithtradtrakan, dan menang atas Narong Sor Chitralada.

Daud Yordan saat ini menjalani latihan di Bali setelah sebelumnya latihan di Madrid, Spanyol, selama sekitar dua bulan.

Petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat, tersebut selama dua bulan menjalani latihan di Madrid, Spanyol, di bawah asuhan pelatih Inigio Martin untuk persiapan pertarungan di Jerman. Tetapi pertarungan di Jerman tersebut batal karena tidak ada kesepakatan dengan promotor di sana.

Akhirnya, petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987 tersebut pulang ke Tanah Air dan langsung menjalani latihan di bawah asuhan pelatih Pino Bahari untuk persiapan pertarungan di Pattaya, Thailand, 4 Agustus mendatang.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar