Kejaksaan jadwalkan pemeriksaan kepala sekolah di Sultra

id kejaksaan

arsip - Wakil Kejati Sultra, Tomo Sitepu (kiri) dan Kejari Kendari, Sopran Telaumbanua (kanan) memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Kantor Kejati Sultra dalam kasus OTT dana DAK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (29/11/2018). Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara atas nama Lasidale, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Sulawesi Tenggara dalam kasus OTT. Tersangka diduga meminta fee sebanyak 10 persen dari seluruh kepala sekolah tingkat SMA dan SMK se-Sulawesi Tenggara dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 182 miliar di Dinas Dikbud Sulawesi Tenggara. Barang bukti yang ditemukan uang tunai senilai Rp 425 juta dan sisa uang fee lainnya masih dalam proses peyidikan. ANTARA FOTO/Jojon/18.

Kendari (Antaranews Sultra) - Penyidik Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadwalkan pemeriksaan saksi dari sejumlah kepala Sekolah Menengah Umum (SMU) sederajat untuk menguatkan tuduhan korupsi terhadap tersangka Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan LD (57).

Wakil Kejati Sultra Tomo Sitepu di Kendari, Jumat, mengatakan kesaksian kepala SMU penting didengarkan oleh penyidik karena mereka sebagai pengelolah dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang ditengarai diselewengkan.

"Sebagian kepala sekolah sudah dimintai keterangan namun memungkinkan untuk dipanggil kembali jika diperlukan oleh penyidik," kata Wakajati Tomo.

Selain menjadwalkan pemeriksaan para kepala sekolah juga penyidik memerlukan keterangan dari sejumlah pejabat struktural lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.

"Tentu Kepala Dinas Pendidikan Sultra dibutuhkan pula keterangannya dalam kapasitas sebagai penanggungjawab pada institusi tersebut," ujarnya.

Setelah status LD dinaikkan menjadi tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup kemudian dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II A Punggolaka Kendari sejak Kamis (29/11) petang.

Satuan khusus pemberantasan tindak pidana korupsi Kejaksaan Negeri Kendari, Sultra menangkap tangan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra LD atas sangkaan tindak pidana korupsi pada Rabu (28/11) sekitar pukul 17:00 Wita di salah satu hotel di Kota Kendari.

Penyidik menyita barang bukti dari tangan tersangka LD uang tunai senilai Rp425 juta yang ditengarai imbalan atau (fee) dari sejumlah kegiatan pelatihan dan pembangunan sarana prasarana pendidikan.

Satuan khusus pemberantasan korupsi Kejaksaan Tinggi Sultra telah menggeledah dan menyegel ruang kerja Sekretaris Dinas Dikbud Sultra.

Tahun 2018 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra mengelola anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp102 miliar untuk sekolah menengah atas (SMA), dan Rp80 miliar untuk sekolah menengah kejuruan (SMK).
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar