BI Sultra: Waspadai Peredaran Uang Palsu

id bi-uang

Logo Bank Indonesia. (Foto ANTARA)

Selalu melakukan 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang terhadap setiap uang yang akan diterima dan dibelanjakan, supaya terhindar dari kemungkinan menerima uang palsu saat bertransaksi.
Kendari (Antaranews Sultra) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau seluruh masyarakat, agar tetap waspadai peredaran yang palsu (upal) di daerah itu.

"Warga harus senantiasa waspada akan kemungkinan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, yang mencoba mengambil keuntungan melalui peredaran uang palsu," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Bidang Management Intern dan Sistem Pembayaran, LM. Bahtiar Zaadi, di Kendari, Kamis.

Ia mengaku, tahun 2018 ini merupakan tahun politik di Sultra sehingga bisa menjadi moment bagi oknum tertentu mencari keuntungan dengan mengedarkan uang palsu.

"Karena itu kami ingatkan warga agar tidak lengah, harus tetap teliti setiap menerima lembaran uang dari siapa pun orangnya," katanya.

Dijelaskan, aksi transaksi oknum pengedar upal biasa dilakukan di warung-warung atau kios-kios pada malam hari, atau saat pedagang lengah tanpa melakukan 3D terlebih dahulu.

"Sehingga seringkali satu dua lembar diantaranya masih lolos transaksinya menerima pembayaran dengan uang palsu," ujarnya.

Untuk itu kata dia, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati pada saat melakukan transaksi.

"Selalu melakukan 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang terhadap setiap uang yang akan diterima dan dibelanjakan, supaya terhindar dari kemungkinan menerima uang palsu saat bertransaksi," katanya.
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar