Senin, 23 Oktober 2017

Kepolisian Identifikasi Fenomena Sosial Jelang Pilkada

id Pilkada
Kendari (Antara Sultra) - Jajaran Polda Sultra mengidentifikasi fenomena yang memicu konflik sosial menjelang pemilihan kepala daerah serentak 15 Februari 2017.

Kasubbid Humas Polda Sultra Kompol Dolvi Kumaseh di Kendari, Sabtu, mengatakan Kepolisian mendeteksi dini sebagai antisipasi kemungkinan adanya konflik sosial.

"Kepolisian terus berupaya menjamin keamanan dan ketentraman masyarakat. Peran dan dukungan pihak terkait sangat diharapkan demi terwujudnya situasi aman dan kondusif," katanya.

Kepolisian mengharapkan pasangan calon aktif memberi pemahaman untuk tim sukses maupun simpatisan tentang pentingnya memilih pemimpin dalam suasana damai.

"Pimpinan partai politik maupun kandidat pasangan calon dituntut memberikan pendidikan politik yang baik. Jangan mudah terpancing oleh hasutan oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Calon Wali kota Kendari Muh Zayat Kaimoeddin mengharapkan rakyat memilih berdasarkan hati nurani.

"Pilkada tidak lebih penting dibandingkan harmoni, saling menghormati dan menjaga kebersamaan. Berbeda pilihan itu biasa," kata Zayat.

Ia mengimbau masyarakat Kota Kendari menjaga ketertiban dan kedamaian sebelum dan sesudah pemilihan sehingga aktivitas sehari-hari berjalan sesuai harapan.

Di Sultra terdapat tujuh daerah yang akan menyelenggarakan pilkada, yakni Kabupaten Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Muna Barat, Bombana, Kolaka Utara dan Kota Kendari.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga