Logo Header Antaranews Sultra

Tujuh SSK Brimob Amankan Pilkada Sultra

Kamis, 13 Oktober 2016 13:40 WIB
Image Print

Kendari (Antara News) - Komandan Satuan Brigade Mobil (Dansat Brimob) Polda Sulawesi Tenggara Kombes Kasero Manggolo mengatakan, dalam tugas pengamanan menjelang pemilihan kepala daerah di Sultra, pihaknya akan menurunkan sebanyak tujuh satuan setingkat kompi (SSK).

"Selain tujuh SSK pengamanan pilkada di enam kabupaten dan satu kota itu, juga ada tiga SSK yang bergerak dan menjaga daerah yang dekat dari pusat ibukota provinsi seperti Kota Kendari, Bombana dan Kolaka Utara," ujarnya pada rangkaian dialog halo Polisi di RRI Kendari, Kamis.

Untuk diketahui bahwa Pilkada serentak di Sulawesi Tenggara akan diikuti tujuh kabupaten kota yakni, Kota Kendari, Bombana, Kolaka Utara, Muna Barat, Buton, Buton Tengah dan Buton Selatan.

Menurut mantan Wakasat-1 Gegana Kelapa Dua Brimob Jakarta, tugas pengamanan Brimob pada Pilkada serentak sudah ada aturan serta prosedurnya sehingga untuk memastikan tim keamanan ke daerah yang ditugaskan itu sudah harus siap siaga, mana kala terjadi situasi berupa konflik-konflik sosial karena Pilkada.

Terkait adanya daerah yang dianggap rawan dan tidak rawan, yang tentunya dari segi jumlah personil juga harus berbeda, semua daerah di Sultra diperlakukan sama.

"Tidak ada istilah skala prioritas yang mengharuskan memberi pengamanan khusus pada daerah itu, semuanya sama," ujarnya.

Dengan kekuatan personil Brimob Polda Sultra yang ada, lanjut dia, tentu tugas dan fungsi Brimob di dalam melaksanakan keamanan selama Pilkada juga sudah ditanamkan kepada aparat masing-masing.

Brimob harus mewujudkan Kamtibmas sebelum atau sesudah Pilkada, mengamankan tahapan selama Pilkada dan penegakan hukum secara profesional dan proposional.

Artinya, lanjut Kasero, bila ada aksi-aksi demo yang nantinya terjadi di daerah itu, maka aparat Brimob harus memback-up dengan pendekatan awal secara persuasif.

Namun bila terjadi anarkis maka aparat tentu dapat menghalaunya dengan tembakan gas air mata hingga pada peringatan tembakan peluru karet jika aksi itu sudah diluar batas yang membahayakan bagi masyarakat.

"Kami berharap, Brimob Polda Sultra dalam melakukan tugasnya untuk menjaga Kamtibmas itu sesuai dengan yang diharapkan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat yang humanis. Sebab doktrim Brimob adalah `jiwa dan ragaku demi kemanusiaa," ujarnya.

Namun tidak dipungkiri bahwa di Satuan Brimob Polda Sultra dengan kekuatan personil yang sudah mencapai 1000-an personil tentu berbagai watak dan karakter yang berbeda, sehingga bila ada aparatnya yang menyalahi aturan dan meresahkan masyarkat maka segera laporkan kepihaknya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026