Bantuan air bersih wilayah terdampak kekeringan di Kendari
- 11 September 2026 14:17 WIB
Selang mobil pompa milik Satgas kekeringan Balai Wilayah Sungai (BWS) mengaliri areal persawahan Amohalo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (31/8/2026). Satgas kekeringan BWS Sulawesi IV Kendari menerjunkan dua unit mobil pompa berkapasitas 250 liter/detik untuk mempercepat suplai air ke empat titik penanganan krisis air seluas 150 hektare sawah dengan menyedot air dari aliran Sungai Wanggu. ANTARA Sultra/Andry Denisah
Petugas Satgas kekeringan Balai Wilayah Sungai (BWS) memeriksa selang air yang mengaliri sawah di areal persawahan Amohalo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (31/8/2026). Satgas kekeringan BWS Sulawesi IV Kendari menerjunkan dua unit mobil pompa berkapasitas 250 liter/detik untuk mempercepat suplai air ke empat titik penanganan krisis air seluas 150 hektare sawah dengan menyedot air dari aliran Sungai Wanggu. ANTARA Sultra/Andry Denisah
Petugas Satgas kekeringan Balai Wilayah Sungai (BWS) mendokumentasikan aliran air di areal persawahan Amohalo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (31/8/2026). Satgas kekeringan BWS Sulawesi IV Kendari menerjunkan dua unit mobil pompa berkapasitas 250 liter/detik untuk mempercepat suplai air ke empat titik penanganan krisis air seluas 150 hektare sawah dengan menyedot air dari aliran Sungai Wanggu. ANTARA Sultra/Andry Denisah
Bantuan mobil pompa atasi krisis air persawahan di Kendari. Petani mengarahkan aliran air dari mobil pompa menuju areal persawahan Amohalo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (31/8/2026). Satgas kekeringan BWS Sulawesi IV Kendari menerjunkan dua unit mobil pompa berkapasitas 250 liter/detik untuk mempercepat suplai air ke empat titik penanganan krisis air seluas 150 hektare sawah dengan menyedot air dari aliran Sungai Wanggu. ANTARA Sultra/Andry Denisah