
Atlet PON Sultra Harus Periksa Kesehatan

Kendari (Antara News) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mewajibkan para atlet dan pelatih menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pemusatan latihan daerah (pelatda) menghadapi PON XIX/Jabar, 17-29 September 2016.
Ketua Umum KONI Sultra Lukman Abunawas di Kendari, Senin, mengatakan pemeriksaan kesehatan atlet dan pelatih penting untuk memastikan kondisi fisik dan jiwa sebelum menjalani pelatihan.
"Pemeriksaan kesehatan para atlet, bahkan pelatih lazim sebelum digelar pelatihan untuk memastikan peserta layak mengikuti program latihan atau tidak," kata Lukman.
Ia mengemukakan program latihan menghadapi PON cukup berat dibandingkan latihan rutin sehingga kesehatan fisik dan nonfisik atlet harus diketahui lebih awal.
Oleh karena itu, kata Lukman, asupan gizi para atlet harus terjamin menurut standar kesehatan dan kebugaran.
Tim kesehatan Satgas PON Sultra dr. Al Gazali mengatakan pemeriksaan awal para atlet bertujuan untuk mengetahui riwayat kesehatan untuk mengantisipasi risiko dalam latihan.
"KONI Sultra bekerja sama dengan rumah sakit Bahteramas memeriksa kesehatan para atlet. Tenaga dokter dan perawat serta peralatan cukup memadai," kata Al Gazali.
Komandan pelatda PON Sultra Tasman Taewa mengatakan Satgas telah terbentuk untuk melaksanakan fungsi persiapan kontingen menuju PON XIX hingga kembali ke daerah.
"Satgas PON bertanggung jawab mulai pelaksanaan pelatda, keikutsertaan di arena PON hingga pemulangan atlet di daerah. Satgas dituntut bekerja maksimal untuk sukses Sultra di PON XIX," kata Tasman.
Pewarta : Sarjono
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
