Logo Header Antaranews Sultra

Mendikbud Tak Ingin Mobil Listrik Seperti Esemka

Selasa, 29 April 2014 19:19 WIB
Image Print
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh. (FOTO ANTARA).

Jakarta (Antara News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku tidak ingin nasib mobil listrik seperti Esemka yang dibuat tanpa riset terlebih dahulu.

"Kami tidak mau nantinya mobil listrik seperti Esemka yang dibuat dulu tanpa adanya riset. Akibatnya pengembangannya jadi sulit," ujar Nuh dalam acara peluncuran dua mobil listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Jakarta, Selasa.

Mobil listrik tersebut melalui perencanaan yang matang, uji coba skala laboratorium, dilanjutkan uji coba skala lapangan, dan kemudian diluncurkan.

Sebanyak dua mobil listrik itu, yakni Ezzy ITS 1 dan Ezzy ITS 2. Mobil listrik itu menggunakan tanpa transmisi (Ezzy ITS 1) dan menggunakan transmisi (Ezzy ITS 2).

"Teknologi mobil listrik ini harus benar-benar dikuasai," kata dia.

Kedua mobil tersebut akan melakukan perjalanan sejauh 900 kilometer, yakni dari Jakarta-Bandung-Yogyakarta-Surabaya.

Perjalanan itu, untuk mengevaluasi ketahanan, kekuatan, dan keandalan dari mobil listrik itu.

Mobil listrik tersebut dapat melaju hingga kecepatan 200 kilometer per jam.

"Perjalanan itu semacam evaluasi, apa saja yang harus diperbaiki," kata dia.

Pemerintah, katanya, serius merancang mobil listrik tersebut.

Pada Oktober, ITS dan LIPI akan duduk bersama membahas mengenai mobil listrik nasional. Sebelumnya, LIPI juga merancang mobil listrik.

Sebelumnya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan dua mobil listrik berjenis mobil perkotaan yakni Ezzy ITS 1 dan Ezzy ITS 2 di Jakarta, Selasa.

"Mobil-mobil ini terdiri dari dua jenis yakni transmisi dan non transmisi," ujar Rektor ITS Prof Triyogi Yuwono saat memberi sambutan dalam acara peluncuran mobil listrik.

Dia menjelaskan sejak dua tahun lalu, ITS mengembangkan mobil listrik tersebut, kemudian, mobil yang dibuat memakai transmisi dan non transmisi bertujuan untuk mengakhiri perdebatan mengenai mobil listrik.

Menurutnya mobil tersebut bisa meluncur hingga kecepatan 200 kilometer per jam.

"Perdebatan mengenai mobil listrik memakai transmisi atau tidak sangat panjang. Untuk mengakhiri perdebatan itu, kami membuat dua jenis mobil," jelas dia.

Selain itu, juga ditampilkan mobil tenaga surya dan juga mobil Lowo Item. Lowo Item adalah mobil BBM yang dirancang mirip dengan mobil milik tokoh pahlawan Batman.

Mobil tersebut rencana akan melakukan uji coba dengan menempuh jarak Jakarta-Bandung-Yogyakarta-Surabaya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan dua mobil rancangan ITS itu menjawab tantangan yang ada.

"Perguruan tinggi kalau diberi kesempatan untuk mengembangkan sesuatu, Insya Allah bisa," kata Nuh.

Mendikbud menambahkan perguruan tinggi tidak hanya berhasil masuk pada wilayah konseptual tetapi masuk pada gagasan.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026