Logo Header Antaranews Sultra

Peringatan Nuzulul Qur`an Di Kendari Berlangsung Khidmat

Kamis, 25 Juli 2013 21:16 WIB
Image Print
Suasana Sholat Tarawih disalah satu Mesjid di Kota Kendari. (FOTO-ANTARA/Azis Senong)
"Dengan momentum Nuzulul Qur`an ini, tentu kita sebagai ummat muslim tidak bisa berdiam dan menyesali apa yang sudah terjadi pascabanjir ini, tetapi bagaiman kita bangkit dan mengoreksi diri untuk berbuat yang lebih baik bagi keselamatan dan kesejaht

Kendari, (Antara News) - Peringatan Nuzulul Qur`an iri atau malam ke-17 Ramadhan 1434 hijriah di Mesjid Agung Al-Kautzar Kota Kendari, Kamis malam, Sulawesi Tenggara berlangsung khidmat yang dihadiri Gubernur Sultra Nur Alam dan Wakil Gubernur HM Saleh Lasata.

Lebih dari seribuan jemaah yang menghadiri peringatan Nuzulul Qur`an di mesjid raya Kota Kendari itu dengan pembawa hikmah Prof. Dr. H Abdullah Al Hadzah, MA pakar pendidikan yang juga mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari.

Gubernur Sultra Nur Alam dalam pengarahannya mengajak agar masyarakat Kota Kendari dan Sultra pada umumnya memanfaatkan momentum bulan Ramadan ini sebagai bulan untuk meningkatkan amal ibadah sehingga dosa-dosa sebelumnya dapat diampuni.

Dibagian lain gubernur mengatakan, warga Sultra yang masih dirundung dengan suasana duka dengan bencana banjir yang tidak diduga itu terjadi dapat menjadi pelajaran sekaligus ikhtiar.

"Dengan momentum Nuzulul Qur`an ini, tentu kita sebagai ummat muslim tidak bisa berdiam dan menyesali apa yang sudah terjadi pascabanjir ini, tetapi bagaiman kita bangkit dan mengoreksi diri untuk berbuat yang lebih baik bagi keselamatan dan kesejahteraan umat," katanya.

Sementara itu hikmah Nuzulul Quran oleh Prof Abdulah Alhadzah mengingatkan kepada ummat islam untuk selalu pandai-pandai mensyukuri apa yang telah diberikan Allah SWT, dengan memanfaatkan hartanya kejalan yang di Ridhohi.

Ia mengatakan, sebagai ummat mayoritas muslim di Tanah Air, harusnya banyak mencontoh kemajuan dan kehidupan bangsa Jepang, dimana negara itu pernah di beri cobaan oleh Tuhan berupa tsunami dan tragedi perang dunia kedua yang menghacurkan seluruh fasilitas dan korban jiwa yang tidak sedikit saat itu.

Namun dengan kejadian itu, warga Jepang dengan penduduk minoritas saat itu justru tidak menyesali cobaan berat yang dialami warganya, dan terus bangkit dan berusaha sehingga menjadi negara yang disegani dengan penguasaan teknologi yang luar biasa.

Diakhir tausiyahnya, Prof Abdullah Alhadzah mengatakan, peringatan turunya Alqur`an yang bertepatan dengan perjalanan Ramadhan yang sudah memasuki lebih dari pertengahan puasa itu untuk meningkatkan amalan ibadah serta memperbanyak syikir dan ampunan kepada Allah SWT.

Usai peringatan Nuzulul Qur`an, kemudian dilanjutkan dengan sholat sunnah tarawih delapan rakaat dan sholat witir tiga rakaat yang dimpin iman Mesjid Agung Al-kautzar H.Muh Nur Afiq.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026