
Delapan wilayah di Sultra potensi hujan sedang hingga lebat

Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari menyebut delapan kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, Jumat.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan berdasarkan pantauan terkini, kondisi hujan di beberapa daerah tersebut diprediksi dapat disertai dengan fenomena kilat atau guntur serta angin kencang yang berisiko bagi aktivitas masyarakat.
Sebanyak delapan wilayah yang diprakirakan terdampak cuaca ekstrem itu, yakni Kabupaten Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kota Kendari, Buton Utara, dan Buton.
Dia menyebutkan peningkatan curah hujan dipicu aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang terpantau melintasi Sulawesi Tenggara. Fenomena ini secara signifikan mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar area yang dilaluinya.
Selain faktor gelombang atmosfer, ia menyebut terdapat shearline atau belokan angin yang terbentuk di wilayah Sulawesi Tenggara. Kondisi ini menyebabkan massa udara cenderung melambat dan berkumpul, sehingga memicu akumulasi awan konvektif yang berpotensi menurunkan hujan lebat.
Kondisi tersebut, kata dia, diperparah dengan suhu permukaan laut di perairan sekitar Sultra yang masih hangat dengan anomali positif.
Hal ini menyebabkan tingginya penguapan yang menyuplai massa udara basah pada lapisan rendah, didukung oleh indeks labilitas kuat pada skala lokal.
Faizal Habibie menjelaskan kombinasi dari berbagai faktor atmosfer ini secara kolektif meningkatkan risiko pembentukan awan hujan di daerah dengan sebutan "Bumi Anoa" itu.
"Kami terus melakukan pemantauan intensif untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait perkembangan cuaca," katanya.
Dia berharap, masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang akibat angin kencang.
"Untuk informasi cuaca lebih lanjut secara berkala diperbarui oleh BMKG guna memastikan keselamatan dan kesiapsiagaan warga di Sulawesi Tenggara," katanya.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
