Logo Header Antaranews Sultra

Km Minasa Nyaris Tenggelam Di Perairan Kabaena

Rabu, 9 Januari 2013 15:35 WIB
Image Print
"Ketika itu kapal hendak menyebrangi selat Kabaena, namun cuaca yang semakin buruk membuat Nahkoda kapal memutar haluan dan berteduh dan menurunkan puluhan penumpangnya di pesisir Malandahi,"

Rumbia, (ANTARA News) - Kapal Motor Minasa Juda yang melayani penumpang rute Kasipute-Kabaena Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, nyaris tenggelam akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan Kabaena dalam pelayarannya menuju Pelabuhan Kasipute, Rabu pagi.

Kepala Syah Bandar Pelabuhan Sikeli Kecamatan Kabaena Barat Bombana, Syarifuddin, Rabu, menuturkan, Kapal Motor (KM) Minasa Juda bertolak menuju Pelabuhan Kasipute di Rumbia, sekitar pukul 08.00 WITA dengan penumpang 67 orang.

"Sekitar satu setengah jam setelah KM Minasa Juda bertolak dari pelabuhan Sikeli, tiba-tiba angin kencang disertai gelombang tinggi menghadang laju kapal," kata Syarifuddin.

Menurut Syarifuddin, karena angin kencang dan gelombang setinggi rumah menghadang, sehingga nahkoda KM Minasa Judha memutar haluan dan berteduh di Malandahi.

"Ketika itu kapal hendak menyebrangi selat Kabaena, namun cuaca yang semakin buruk membuat Nahkoda kapal memutar haluan dan berteduh dan menurunkan puluhan penumpangnya di pesisir Malandahi," katanya.

Saat memutar haluan itulah, lanjut Syarifuddin hempasan gelombang air laut masuk dan membuat kapal nyaris kehilangan kendali.

"Beruntung para ABK dan Nahkoda KM Minasa Judha sigap sehingga dapat selamat dari ancaman tersebut," katanya.

Sebelumnya, hal yang sama juga pernah dialami KM Pantai Gading yang bertolak dari Pelabuhan Kasipute menuju Pelabuhan Sikeli pada Sabtu, (5/1).

Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, Kepala Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Informatika Kabupaten Bombana, Syrafiuddin Kube yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya telah menyusun langkah-langkah strategis khususnya di bidang perhubungan laut.

Bentuk antisipatif itu lanjut Syafiuddin antara lain adalah secara administrasi bersurat kepada para Nahkoda dan pemilik kapal motor untuk melakukan pelayaran pada pagi hari.

"Itupun harus tetap waspada dan melihat cuaca apa memungkinkan untuk bisa berlayar atau tidak," tandasnya.

Selain menyurati kepada para Nahkoda dan pemilik kapal tradisional, Syafiuddin juga mengaku telah menjalin kerja sama dengan pihak TNI Angkatan Laut dalam rangka penyelematan penumpang bila terjadi musibah.

"Jadi saat ini di Pelabuhan Kasipute telah sandar KRI Kawerang 831 milik TNI Angkatan laut sebagai langkah antisipasi penyelamatan bila sewaktu-waktu terjadi musibah," tambahnya.(Ant).



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026