Logo Header Antaranews Sultra

Balai Bahasa Sultra perkuat bahasa negara di ruang publik

Senin, 9 Februari 2026 17:53 WIB
Image Print
Foto bersama usai melaksanakan penandatanganan bersama Balai Bahasa Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO-Balai Bahasa Sultra)

Kendari (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pengutamaan bahasa negara di ruang publik lewat audiensi dan sosialisasi pembinaan lembaga pendidikan serta badan publik di Kendari, Sultra.

Kepala Bagian Umum Balai Bahasa Sultra Abd. Razaq saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan lembaga pendidikan dan instansi pemerintah menjadi garda terdepan dalam mengutamakan bahasa negara, baik dalam komunikasi kedinasan maupun pada sarana informasi di ruang publik.

Ia menekankan bahwa isu penggunaan bahasa Indonesia saat ini telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Hal ini diperkuat dengan adanya surat edaran Menteri Pendidikan sebagai acuan formal.

“Pengutamaan bahasa negara bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bentuk tanggung jawab kita bersama dalam menjaga identitas dan kedaulatan bangsa,” kata Abd. Razaq.

Dia menyebutkan bahwa sebagai langkah konkret, kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan mitra pembinaan.

"Beberapa instansi yang terlibat langsung antara lain Sekretariat Daerah Kota Kendari, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta sejumlah perwakilan satuan pendidikan di wilayah Kota Kendari,' ujarnya.

Abd. Razaq mengungkapkan bahwa penandatanganan tersebut menjadi simbol kesiapan badan publik dan sekolah untuk menertibkan penggunaan bahasa di lingkungan masing-masing, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ia berharap sinergi ini dapat terus berkembang agar wajah ruang publik di Sulawesi Tenggara semakin mencerminkan jati diri bangsa. Sosialisasi ini juga menjadi ruang diskusi bagi lembaga mitra dalam menghadapi tantangan penggunaan bahasa asing yang kian masif di sektor formal.

"Melalui pembinaan yang berkelanjutan, lembaga pendidikan dan badan publik diharapkan mampu memberikan edukasi secara tidak langsung kepada masyarakat luas melalui konsistensi penggunaan bahasa negara dalam setiap layanan publik," tambah Abd. Razaq.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026