
Dewan Pengawas RRI: Hindari Pemberitaan Bernuansa Provokasi

"Saya kira tanpa kritikan dan masukan yang fositif dari semua peserta FGD, RRI tidak akan bisa maju dan bertahan hingga saat ini. Makanya kehadiran bapak dan ibu yang tergabung dalam forum ini sangat dinantikan dalam pencitraan RRI yang lebih baik di
Kendari, (ANTARA News) - Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Pusat, Ida Bagus Alit Wiratmaja mengatakan, RRI sebagai media milik pemerintah dan publik agar selalu menghindari pemberitaan yang bernuansa provokasi.
"Sebagai media perjuangan bangsa dan milik semua rakyat harus tampil memberitakan yang paling cepat dan akurat dibanding media cetak lainnya," kata Alit Wiratmaja, saat tampil sebagai narasumber pada acara Focus Group Discussioin (FGD) 2012 di LPP-RRI Kendari, Senin.
Mantan salah satu Direksi Ferum LKBN Antara Jakarta itu mengatakan, sebagai media yang lebih merakyat dan menjangkau diseluruh lapisan masyarakat, harus tetap mempertahankan eksistensinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan informasi terkait budaya bangsa.
Oleh karena itu RRI satu-satunya radio yang menyandang nama negara yang siarannya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara, konten pemberitaannya pun tetap pemberitaan yang tetap independen, netral dan tidak komersial serta selalu menjaga citra positif bangsa dan dunia.
Alit Wiratmaja yang juga mantan kepala Biro Antara Canbera Australia mengatakan, dalam kegiatan FGD yang diselenggarakan RRI Kendari setiap tahun ini dianggap sangat penting untuk memberikan masukan yang positif dari seluruh peserta dalam perbaikan konten siaran ataukan bentuk penyajian lain dan pemberitaan dari RRI.
"Saya kira tanpa kritikan dan masukan yang fositif dari semua peserta FGD, RRI tidak akan bisa maju dan bertahan hingga saat ini. Makanya kehadiran bapak dan ibu yang tergabung dalam forum ini sangat dinantikan dalam pencitraan RRI yang lebih baik dimasa datang," katanya.
Dalam FGD itu, beberapa peserta yang hadir sekaligus memberikan masukan kepada RRI diantaranya wakil Ketua DPRD Sultra, La Pili, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marwan Aidit, KPID, tokoh masyarakat, pemuda dan perwakilan kaum perempuan dan grup pemerhati radio di Kota Kendari.
Menurut La Pili, masyarakat pedesaan hingga saat ini masih senang mendengar radio, hanya disayangkan beberapa daerah tertentu masyarakatnya tidak bisa mendengar langsung siaran radio karena disebabkan, apakah karena frekuansinya yang terbatas sehingga hanya daerah-daerah tertentu saja yang bisa menikmati siaran.
"Tentu kita berharap, agar jangkauan frekuensinya ditambah, sehingga masyarakat yang ada dipelosok daerah bisa menikamti siaran radio," katanya.
Hal lain diungkapkan Marwan Aidit, RRI Kendari dengan konten siaarannya ada yang luar bintai dan disenangi terutama kaum muslimah dan majelis taklim yakni acara suara dibalik surau yang konten penyiaraanya secara `on air` ke masjid-masjid setiap habis jumatan.
Siaran itu kata mantan anggota DPD-RI itu, sangat dasyat karena pesertanya bisa hadir hingga ribuan orang belum termasuk pendengar diu rumah yang setiap ada acara itu pasti mereka mendegar siaran itu.
"Artinya bahwa dengan siaran yang sudah ada itu, baik dalam bentuk berita informasi, hiburan atau dalam audio lainnya agar tetap mempertahankan yang sudah ada dan bila perlu meningkatkan mutu maupun kualitas pemberitannya sehingga tidak ditinggal khalayak pendegarnya," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala LPP-RRI Kendari Effendy Afati yang didampingi Kepala Wilayah VII RRI Makassar, Ardike mengatakan, RRI sebagai media milik pemerintah, diakuinya masih memiliki keterbatasan baik itu jangkauan siaran maupun dari sumber daya manusia, terutama dari penyiar-penyiar radio yang setiap tahun berkurang karena sudah banyak memasuki pensiun.
Untuk mengganti para karyawan-karyawan yang sudah memiliki ilmu yang matang itu tentu butuh waktu yang panjang sementara kemampuan pemerintah khususnya LPP-RRI untuk merekrut tenaga yang lebih baik sangat terbatas.
"Saya atas nama pimpian RRI Kendari, menyamapaikan banyak terima kasih yang luar biasa dari peserta FGD tahun ini. Satu masukan dari peserta adalah modal kami untuk selalu ingin merubah yang terbaik untuk seluruh pendengar radio," katanya.(Ant).
Pewarta : Azis Senong
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
