Logo Header Antaranews Sultra

Pemkot Kendari Minta Warga Berantas Sarang Nyamuk

Senin, 27 Agustus 2012 07:46 WIB
Image Print
Ilustrasi. Seorang anak berusaha menutupi hidungnya ketika berlangsungnya pengasapan (fogging) guna mencegah berkembangnya wabah demam berdarah dengue (DBD) di kawasan padat penduduk di Surabaya, Jatim, Minggu (15/7). Memasuki musim kemarau biasanya
"Meredam penyebaran demam berdarah dengue tidak cukup dengan "fogging", tetapi juga harus diimbangi dengan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala,"

Kendari (ANTARA News) - Pemerintah Kota Kendari Sulawesi Tenggara meminta warga di daerah itu agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk penyebab demam berdarah dengue secara berkala.

Kepala Dinkes Kendari dr Maryam di Kendari, Minggu mengatakan pemberantasan sarana nyamuk penyebab DBD secara berkala dan serentak itu lebih ampuh untuk berantas nyamuk DBDB dibanding melakukan "fogging".

"Meredam penyebaran demam berdarah dengue tidak cukup dengan "fogging", tetapi juga harus diimbangi dengan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala," katanya.

Ia menjelaskan jentik-jentik nyamuk ini tidak akan mati dengan 'fogging' saja, tetapi perlu pemberantasan sarang nyamuk secara serentak agar semua tempat perkembangbiakan nyamuk bisa dibersihkan.

"Yang tidak kalah pentingnya lagi, masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat di wilayah masing-masing," katanya.

Menurut Maryam masih tingginya orientasi pemberantasan nyamuk dengan fogging di kalangan masyarakat, justru membuat kasus serangan demam berdarah dengue (DBD) seolah menjadi jadwal rutin selama pergantian musim.

"Parahnya warga kerap berpandangan persoalan serangan nyamuk aides aigepty itu akan selesai begitu ada 'fogging'," ujar Maryam.

Untuk itu, ia meminta warga jangan bergantung kepada fogging dalam menekan penyebaran demam berdarah dengue, sebab metode pengasapan tidak selalu efektif.

"Kebanyakan warga langsung meminta pengasapan atau 'fogging' begitu ada kasus DBD di wilayahnya, pada hal langkah itu tidak akan maksimal tanpa ada upaya pemberantasan sarang nyamuk secara serentak," katanya.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026