Wangiwangi (ANTARA News) - Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun tempat mandi, cuci, dan kasus yang ramah lingkungan di Desa Mola Bahari, Kabupaten Wakatobi.
Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Wakatobi Abdul Manan yang dihubungi di Wangiwangi, Jumat, mengatakan, pembangunan MCK ramah lingkungan tersebut dibiayai dengan dana APBN perubahan 2011 senilai Rp1,4 miliar.
"Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun MCK di Desa Mola ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa tersebut yang selama ini membuang air besar atau kotoran langsung ke laut," katanya.
Menurut Manan, awal MCK yang cukup mewah itu di bangun di tengah laut di perkampungan suku Bajo itu, sejumlah aktivis LSM lingkungan memprotesnya, karena dikhatirikan akan mencemari lingkungan.
Namun setelah para aktivis LSM lingkungan diberi penjelasan bahwa keberdaan MCK di laut itu di tengah perkampungan suku Bajo itu sangat ramah lingkungan para aktivis akhirnya menerima keberadaan MCK tersebut.
"Air bekas cucian yang mengandung deterjen di MCK ini, tidak langsung masuk mengalir ke laut melainkan lewat bak penampungan air yang di dalamnya sudah dipasang alat penetral deterjen," katanya.
Menurut Manan, masyarakat Bajo di perkampungan desa Mola Bahari tersebut selama ini membuang kotoran dan air bekas cucian yang mengandung sabun deterjen langsung ke laut.
Diharapkan ujarnya, dengan MCK yang cukup canggih dan mewah itu, warga tidak lagi mandi, mencuci atau di rumah masing-masing yang air langsung mengalir ke laut tapi datang mandi, mencuci dan membuang air besar ke ke MCK itu.
"Kami harapkan masyarakat dapat memelihara MCK yang sangat mahal ini, sehingga bisa digunakan dalam waktu yang cukup lama," katanya. (ANT).

