Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan membangun Padepokan Taruna yang akan berfungsi sebagai tempat pembinaan anak jalan yang sudah mulai marak di kota itu.
Wakil Wali Kota Kendari, Musadar Mapasomba, di Kendari, Jumat mengatakan, program itu sebagai upaya menjawab salah satu tantangan permasalahn sosial di daerah itu dengan munculnya anak jalanan yang mulai menghiasi perempatan jalan di Kota Kendari.
"Pemerintah Kota Kendari, sudah mulai gencar melakukan razia terhadap anak jalanan tersebut, tetapi masalah ini tidak cukup hanya razia, perlu ada tempat pembinaan. Di sisi lain, Pemkot Kendari belum memiliki tempat pembinaan khusus bagi anak jalan tersebut," ujarnya.
Untuk sementara kata Musadar, anak jalanan yang terjaring dalam razia dibagi dalam dua kategori, mereka yang tidak memliki orang tua maka dititipkan kepada panti asuhan.
"Kalau yang mengaku masih memiliki orang tua, maka pemerintah menelusuri alamat orang tua mereka agar tidak mengeksploitasi anaknya menjadi peminta-minta di jalanan, karena menghilangkan hak anak-anak untuk mendapatkan pengajaran," katanya.
Jika penelusuran orang tua anak jalanan tersebut menemukan orang tuanya benar-benar tidak mampu maka akan diikutsertakan dalam program persaudaraan madani yakni mempersaudarakan mereka dengan orang kaya.
Ia menjelaskan, pogran Padepokan Taruna yang akan dibangun dan dikelola Pemkot Kendari dalam rangka membina anak jalanan tersebut merupakan upaya kuratif dan preventif.
"Artinya kita membina mereka menjadikan sebagai perkerjaan, dan mencegah semakin bertambahnya anak anak jalanan," ujarnya.
Menurut Musadar, agar program ini berjalan efektif, maka kegiatan ini akan diintensifkan oleh tim Kota Layak Anak, dan Dinas Naketransos Kota Kendari.
Dalam Padepokan Taruna nantinya, kata Musadar, anak anak jalanan akan belajar berbagai keterampilan di antaranya bahasa Ingris, Bahasa Arab dan ahlak.
Kemudian mereka akan dicarikan orang tua asuh. Bagi yang memiliki nilai akademis bagus, akan dikuliahkan dan diajar kursus keterampilan sehingga mereka bisa memiliki skill sebagai bekal hidup.(Ant).

