
Tumpang Tindih Pemberian Makanan Di Sekolah Dihentikan

"Pemerintah Kota Baubau menilai pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah yang didanai melalui APBD Kota Baubau, sebagai pemborosan keuangan negara sehingga program itu dihentikan mulai tahun ini,"
Kendari (ANTARA News) - Program pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tahun 2011 ini dihentikan karena tumpang tindih dengan berbagai bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
"Pemerintah Kota Baubau menilai pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah yang didanai melalui APBD Kota Baubau, sebagai pemborosan keuangan negara sehingga program itu dihentikan mulai tahun ini," kata Kepala Bidang Infokom Badan Infokom Kota Baubau, H Nasir melalui telepon dari Baubau, Senin.
Dianggap pemborosan keuangan negara, kata Nasir, karena Pemerintah Provinsi Sultra maupun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional juga menggulirkan program pendidikan gratis, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).
Salah satu item dari program tersebut, kata dia, adalah pemberian bea siswa kepada anak sekolah dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.
"Tujuan utama dari pemberian bea siswa itu, adalah untuk membantu anak dari keluarga kurang mampu agar bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga bisa bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah," katanya.
Nah, pemberian makanan tambahan anak sekolah yang digulirkan Pemerintah Kota Baubau ujarnya, juga untuk memberikan tambahan gizi bagi anak sekolah, terutama anak-anak dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.
Kata dia, Pemerintah Kota Baubau menyetop program pemberian makanan tambahan dari SD hingga SLTA itu, karena dianggap tumpang tindih dengan program pendidikan yang digulirkan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
Pemerintah Kota Baubau melalui APBD setempat tahun 2009 lalu, menggulirkan program pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah mulai dari SD hingga SLTA.
Saat itu, Pemerintah Kota Baubau menetapkan setiap hari Sabtu sebagai hari pemberian makanan tambahan di sekolah sekaligus memindahkan proses belajar mengajar di ruang terbuka atau di lapangan.
Namun mulai tahun 2011 ini, program tersebut mulai ditiadakan, karena dianggap tumpang tindih dengan program pendidikan nasional maupun pendidikan gratis yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Sultra. (Ant).
Pewarta : Agus
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
