Pemkab targetkan nikah massal 50 pasangan di HUT ke-65 Maros
Selasa, 4 Juni 2024 5:36 WIB
Ilustrasi atraksi adat sebelum pesta pernikahan yang digelar untuk menyambut tamu kehormatan. ANTARA/Suriani Mappong
Maros (ANTARA) - Pemkab Maros menargetkan nikah massal bagi 50 pasangan warga kurang mampu atau yang belum memiliki dokumen resmi negara pada momen hari jadi ke-65 kabupaten itu.
“Ini merupakan kali kedua kita gelar nikah gratis secara massal dalam rangka HUT Kabupaten Maros, tentu dengan harapan jumlah peserta lebih banyak dari tahun kemarin,” kata Kadis Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Maros, Nuryadi, di Maros, Senin.
Menurut dia, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kemenag Maros dan DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Kabupaten Maros.
Dia mengatakan, nikah gratis ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu untuk bisa melangsungkan pernikahan.
“Dengan demikian syaratnya punya pasangan dan diprioritaskan yang kurang mampu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Maros, Muhammad, menjelaskan, untuk dapat menikah gratis pasangan mendaftar langsung ke Kantor Kemenag dan membawa sejumlah persyaratan administratif.
Salah satu syaratnya melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kepala desa atau kelurahan, termasuk syarat-syarat yang berhubungan dengan administrasi nikah.
Pada nikah massal ini, buku nikah bisa langsung diterima begitu pasangan selesai akad nikah.
"Insya Allah pasangan pengantin bisa menghemat hingga jutaan rupiah jika ikut kegiatan ini," jelasnya
Adapun keistimewaan yang diberikan kepada pengantin adalah gratis biaya administrasi dan buku nikah. Normalnya itu harus menyetor ke negara Rp600 ribu, dapat BPJS dan fasilitas dari pemerintah selama proses nikah ini.
DPC HARPI Maros akan menyediakan sedikitnya 50 jasa rias pengantin khusus untuk acara ini.
Menurut Muhammad, kegiatan ini juga bisa menjadi ajang promosi bagi perias yang turut berpartisipasi.
Dari hasil riasan pengantin, mereka juga akan dilombakan dan mendapatkan penilaian dari para dewan juri.
“Insya Allah kami menyediakan jasa rias sesuai jumlah pasangan yang ikut, jadi kalau 50 pasangan artinya akan ada 50 penata rias yang kami datangkan, dan sekaligus berkompetisi,” ujarnya.
“Ini merupakan kali kedua kita gelar nikah gratis secara massal dalam rangka HUT Kabupaten Maros, tentu dengan harapan jumlah peserta lebih banyak dari tahun kemarin,” kata Kadis Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Maros, Nuryadi, di Maros, Senin.
Menurut dia, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kemenag Maros dan DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Kabupaten Maros.
Dia mengatakan, nikah gratis ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu untuk bisa melangsungkan pernikahan.
“Dengan demikian syaratnya punya pasangan dan diprioritaskan yang kurang mampu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Maros, Muhammad, menjelaskan, untuk dapat menikah gratis pasangan mendaftar langsung ke Kantor Kemenag dan membawa sejumlah persyaratan administratif.
Salah satu syaratnya melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kepala desa atau kelurahan, termasuk syarat-syarat yang berhubungan dengan administrasi nikah.
Pada nikah massal ini, buku nikah bisa langsung diterima begitu pasangan selesai akad nikah.
"Insya Allah pasangan pengantin bisa menghemat hingga jutaan rupiah jika ikut kegiatan ini," jelasnya
Adapun keistimewaan yang diberikan kepada pengantin adalah gratis biaya administrasi dan buku nikah. Normalnya itu harus menyetor ke negara Rp600 ribu, dapat BPJS dan fasilitas dari pemerintah selama proses nikah ini.
DPC HARPI Maros akan menyediakan sedikitnya 50 jasa rias pengantin khusus untuk acara ini.
Menurut Muhammad, kegiatan ini juga bisa menjadi ajang promosi bagi perias yang turut berpartisipasi.
Dari hasil riasan pengantin, mereka juga akan dilombakan dan mendapatkan penilaian dari para dewan juri.
“Insya Allah kami menyediakan jasa rias sesuai jumlah pasangan yang ikut, jadi kalau 50 pasangan artinya akan ada 50 penata rias yang kami datangkan, dan sekaligus berkompetisi,” ujarnya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Program nikah gratis Kemenag Sultra diikuti 2.631 pasangan sepanjang 2025
03 February 2026 18:16 WIB
Zulhas: Program makan bergizi gratis jangkau 60 Juta penerima, SPPG capai 22 ribu
29 January 2026 12:50 WIB
Presiden Prabowo hadirkan Piala Dunia 2026 gratis untuk rakyat lewat TVRI
31 December 2025 13:51 WIB
Dinkes Kolaka minta warga manfaatkan puskesmas untuk penanganan TBC gratis
02 December 2025 21:35 WIB
SPPG Polres layani 2.915 siswa dari 11 sekolah penerima Makan Bergizi Gratis di Kolaka
01 December 2025 19:39 WIB
Terpopuler - Budaya & Pariwisata
Lihat Juga
Sultra dorong 6.000 kilometer persegi area hutan dan pegunungan jadi taman nasional
06 January 2026 6:26 WIB
Mengenal lebih dekat budaya dan wisata Sulawesi di Festival Fotografi Celebes
18 December 2025 18:54 WIB
ANTARA gaet komunitas gelar workshop fotografi untuk warga di Toraja Utara
18 December 2025 13:46 WIB
LKBN ANTARA rayakan HUT ke-88 lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 8:51 WIB
BI: Festival fotografi LKBN ANTARA bantu promosi wisata dan budaya di Sulawesi
14 December 2025 1:49 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
13 December 2025 22:54 WIB