Progres pembangunan bendungan Ladongi capai 41 persen
Rabu, 31 Oktober 2018 13:38 WIB
PPK Balai Wilayah Sungai Sulawesi VI Sultra, Agung Permana di Kendari, Rabu. (Foto Antara/ Azis Senong)
Kendari (Antaranews Sultra) - Progres pembangunan bendungan Ladongi di Desa Atula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, sudah mencapai 41 persen dari rencana pembangunan selama empat tahun anggaran.
"Mega proyek pembangunan Bendungan Ladongi terus berjalan sesuai yang direncanakan dengan melibatkan kontraktor pelaksana PT Hutama Karya dan PT Bumi Karsa (swasta nasional) dan perusahaan konsultan perencana PT Wecon dan beberapa perusahaan lainnya yang terlibat sebagai pengawas," kata PPK Balai Wilayah Sungai Sulawesi VI Sultra, Agung Permana di Kendari, Rabu.
Menurut Agung, proyek nasional Nawacita yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Perpres Nomor 3/2016 di sejumlah daerah di Tanah Air termasuk Sultra merupakan strategis nasional dengan memanfaatkan dana APBN sebesar Rp844 miliar, sekaligus program pembangunan priortitas dari Dirjen Sumber Daya Alam Kemen PU-PERA.
"Pembangunan Bendungan Ladongi tersebut dimulai akhir 2016 yang dikerjakan secara multiyears yakni mulai 2016 hingga 2020 atau kurang lebih 1.460 hari kerja," katanya.
Menurut Agung Permana, Bendungan Ladongi nantinya akan mengairi lahan persawahan irigasi sekitar 3.604 hektare di Kolaka Timur termasuk sebagian kabupaten terdekat seperti Konawe.
Manfaat lain setelah proyek bendungan Landongi itu selesai, selain layanan areal irigasi juga sebagai penyediaan air baku untuk wilayah Kecamatan Ladongi dan Kecamatan Tirawuta.
Selain itu, lanjut Agung, manfaat irigasi itu juga sebagai penyediaan energi listrik sebesar 1,5 MW, diharapkan bisa mereduksi banjir Kabupaten Kolaka Timur sebesar 51,86 persen, dan objek wisata bagi masyarakat dan budidaya perikanan air tawar.
Sementara itu, Kadis Pertanian Sultra Muhammad Nasir dalam keterangan terpisah mengatakan, kehadiran mega proyek Bendungan Ladongi di Kolaka Timur itu patut diapresiasi karena menempatkan daerah itu sebagai salah satu sentra produksi padi di Sultra.
"Harapan masyarakat, bendungan ini nantinya adalah yang terbesar di Sulawesi Tenggara dan akan menjadi kebanggaa masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan bidang pertanian," tuturnya. (T.A056/B/H015/C/H015)
"Mega proyek pembangunan Bendungan Ladongi terus berjalan sesuai yang direncanakan dengan melibatkan kontraktor pelaksana PT Hutama Karya dan PT Bumi Karsa (swasta nasional) dan perusahaan konsultan perencana PT Wecon dan beberapa perusahaan lainnya yang terlibat sebagai pengawas," kata PPK Balai Wilayah Sungai Sulawesi VI Sultra, Agung Permana di Kendari, Rabu.
Menurut Agung, proyek nasional Nawacita yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Perpres Nomor 3/2016 di sejumlah daerah di Tanah Air termasuk Sultra merupakan strategis nasional dengan memanfaatkan dana APBN sebesar Rp844 miliar, sekaligus program pembangunan priortitas dari Dirjen Sumber Daya Alam Kemen PU-PERA.
"Pembangunan Bendungan Ladongi tersebut dimulai akhir 2016 yang dikerjakan secara multiyears yakni mulai 2016 hingga 2020 atau kurang lebih 1.460 hari kerja," katanya.
Menurut Agung Permana, Bendungan Ladongi nantinya akan mengairi lahan persawahan irigasi sekitar 3.604 hektare di Kolaka Timur termasuk sebagian kabupaten terdekat seperti Konawe.
Manfaat lain setelah proyek bendungan Landongi itu selesai, selain layanan areal irigasi juga sebagai penyediaan air baku untuk wilayah Kecamatan Ladongi dan Kecamatan Tirawuta.
Selain itu, lanjut Agung, manfaat irigasi itu juga sebagai penyediaan energi listrik sebesar 1,5 MW, diharapkan bisa mereduksi banjir Kabupaten Kolaka Timur sebesar 51,86 persen, dan objek wisata bagi masyarakat dan budidaya perikanan air tawar.
Sementara itu, Kadis Pertanian Sultra Muhammad Nasir dalam keterangan terpisah mengatakan, kehadiran mega proyek Bendungan Ladongi di Kolaka Timur itu patut diapresiasi karena menempatkan daerah itu sebagai salah satu sentra produksi padi di Sultra.
"Harapan masyarakat, bendungan ini nantinya adalah yang terbesar di Sulawesi Tenggara dan akan menjadi kebanggaa masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan bidang pertanian," tuturnya. (T.A056/B/H015/C/H015)
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : M Sharif Santiago
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Ali Mazi paparkan progres pembangunan tiga mega proyek di Sultra
05 September 2020 16:07 WIB, 2020
Mentan lepas benih ikan 10.000 ekor di Bendungan Ladongi Sulawesi Tenggara
06 November 2022 17:57 WIB, 2022
Menteri PUPR: Bendungan Ladongi disiapkan untuk kurangi banjir di Sultra
29 December 2021 11:47 WIB, 2021
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Dinkes Baubau latih pengelola program puskesmas tangani kusta dan frambusia
28 August 2026 18:25 WIB
Pemkot Kendari wajibkan ASN kumpulan sampah tiap Jumat wujudkan kota bersih
28 August 2026 18:23 WIB
BPBD catat 2.376 hektare lahan di Sultra terbakar selama Januari hingga Juli 2026
28 August 2026 10:36 WIB