Gubernur Ali Mazi paparkan progres pembangunan tiga mega proyek di Sultra

id Ali Mazi

Gubernur Ali Mazi paparkan progres pembangunan tiga mega proyek di Sultra

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi saat memaparkan progres pembangunan tiga mega proyek di Sultra pada acara ekspose dua tahun masa kepemimpinannya bersama Lukman Abunawas, Sabtu (5/9/2/2020). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi memaparkan kemajuan pengerjaan tiga mega proyek yang tengah dibangun di provinsi itu pada acara ekspose dua tahun masa kepemimpinannya bersama wakilnya Lukman Abunawas.

Ketiga program megaproyek yang tengah dibangun pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN) periode 2018-2023 tersebut yakni pembangunan jalan pariwisata Kendari-Toronipa, pembangunan rumah sakit jantung dan pembuluh darah bertaraf Internasional, serta pembangunan perpustakaan modern.

Ali Mazi memaparkan pembangunan pertama dimulai akses jalan wisata Kendari-Tonipa pada September 2019 lalu. Pembangunan berupa empat lajur jalan dengan panjang sekitar empat kilometer, di mana pelapis jalan menggunakan material beton yang diperkirakan bisa bertahan 50 sampai 100 tahun.

"Pembangunan tersebut menelan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sultra sebesar Rp144 miliar. Panjang akses jalan Kendari-Toronipa direncanakan 14,6 km," kata Ali Mazi di Kendari, Sabtu.

Ia mengatakan  kini pengerjaan jalan tersebut dilanjutkan setelah pemerintah provinsi mendapat pinjaman Rp800 miliar dari pemerintah pusat yang didanai oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

"Pemenang tender yaitu PT Perumahan telah memulai kerjanya dan diperkirakan rampung pada tahun 2021 mendatang," ungkap Ali Mazi.

Selanjutnya ia memaparkan progres pembangunan gedung perpustakaan modern yang dikerjakan dua tahap yang kini telah mencapai 76 persen. Diperkirakan, kata dia, Desember 2020 akan rampung dan dapat digunakan pada 2021 mendatang.

"Pengerjaan struktur gedung tujuh lantai sudah rampung. kini sudah masuk pemasangan instalasi, kaca gedung, dan pengecoran kubah," ungkapnya.

Politisi Partai Nasdem ini juga menyampaikan bahwa pembangunan gedung rumah sakit jantung dan pembuluh darah tahap satu sudah dirampungkan empat lantai dengan biaya Rp94 miliar dan tahap kedua tengah menunggu pencairan dari PT SMI.

Pembangunan keseluruhan, lanjut Ali Mazi, direncanakan akan menelan anggaran Rp400 miliar dengan desain 17 lantai, fasilitas lengkap, dan akan menjadi rumah sakit khusus jantung pertama serta menjadi rujukan khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Pembangunan rumah sakit jantung ini akan digenjot setiap tahun hingga selesai tepat waktu yakni pada 2022 mendatang," pungkas Ali Mazi.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar