KAHMI: HMI Konsisten Pertahankan Keutuhan NKRI
Selasa, 20 September 2016 5:17 WIB
Ketua Majelis Besar Nasional Kahmi Prof Dr La Ode Masihu Kamaludin menyampaikan sambutan pada acara Milad ke-50 KAHMI di Kendari, Senin. (FOTO ANTARA/Agus)
Kendari (Antara News) - Ketua Majelis Besar Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Prof Dr La Ode Masihu Kamaludin mengatakan, Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI masih tetap konsisten mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sejak awal kelahiran HMI hingga sekarang masih tetap konsisten mempertahankan keutuhan NKRI," katanya saat memberi sambutan pada Milad ke-50 tahun KAHMI di Kendari, Senin malam.
Menurut dia, selain HMI, lembaga negara yang juga tetap konsisten mempertahakan keutuhan NKRI adalah Tentara Nasional Indonesia atau TNI.
Bagi TNI dan HMI kata dia, keutuhan NKRI adalah harga mati yang tidak boleh tawar menawar. "Siapa pun dan dari mana pun asalnya yang coba-coba merongrong ketutuhan NKRI, maka TNI dan HMI harus tampil digaris depan untuk melawannya," katanya.
Ia mengatakan, dalam pengkaderan HMI, ada tiga hal pokok yang menjadi tujuan utamanya. Ketiga tujuan utama tersebut yakni, meningkatkan wawasan dan kecerdasan generasi muda berlandaskan Islam, melakukan pembinaan mental dan mendorong kreativitas anak-anak bangsa untuk meciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
"Kreativitas apa pun yang dihasilkan, haruslah membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia," katanya.
Pada peringatan milad ke-50 bertajuk `Merajut HMI dan KAHMI untuk Masa Depan Indonesia" itu turut dihadiri sejumlah tokoh alumni HMI di Sultra.
Mereka antara lain, Abdul Rahman Saleh (Ketua DPRD Sultra), Abdul Kadir (mantan Ketua KPU Sultra), Eka Suaib (mantan anggota KPU Sultra) dan Hugua (mantan Bupati Wakatobi).
"Sejak awal kelahiran HMI hingga sekarang masih tetap konsisten mempertahankan keutuhan NKRI," katanya saat memberi sambutan pada Milad ke-50 tahun KAHMI di Kendari, Senin malam.
Menurut dia, selain HMI, lembaga negara yang juga tetap konsisten mempertahakan keutuhan NKRI adalah Tentara Nasional Indonesia atau TNI.
Bagi TNI dan HMI kata dia, keutuhan NKRI adalah harga mati yang tidak boleh tawar menawar. "Siapa pun dan dari mana pun asalnya yang coba-coba merongrong ketutuhan NKRI, maka TNI dan HMI harus tampil digaris depan untuk melawannya," katanya.
Ia mengatakan, dalam pengkaderan HMI, ada tiga hal pokok yang menjadi tujuan utamanya. Ketiga tujuan utama tersebut yakni, meningkatkan wawasan dan kecerdasan generasi muda berlandaskan Islam, melakukan pembinaan mental dan mendorong kreativitas anak-anak bangsa untuk meciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
"Kreativitas apa pun yang dihasilkan, haruslah membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia," katanya.
Pada peringatan milad ke-50 bertajuk `Merajut HMI dan KAHMI untuk Masa Depan Indonesia" itu turut dihadiri sejumlah tokoh alumni HMI di Sultra.
Mereka antara lain, Abdul Rahman Saleh (Ketua DPRD Sultra), Abdul Kadir (mantan Ketua KPU Sultra), Eka Suaib (mantan anggota KPU Sultra) dan Hugua (mantan Bupati Wakatobi).
Pewarta : Agus
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahfud MD: KAHMI bisa beda pilihan, tapi tetap satu ide bangun bangsa
09 October 2024 14:51 WIB, 2024
Ketua DPRD Sultra: Film Lafran perjuangan pemuda Islam untuk persatuan Indonesia
04 June 2024 14:10 WIB, 2024
Demo mahasiswa, Korps Alumni HMI Jaya imbau kader HMI jangan anarkis
30 September 2019 11:22 WIB, 2019
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Kolaka siapkan lima puskesmas vaksin meningitis dan polio untuk layani 430 JCH
11 February 2026 14:23 WIB
Pemprov Sultra bangun dua sekolah di Kolaka Utara demi pemerataan akses pendidikan
11 February 2026 13:59 WIB
Pemkot Kendari harapkan TMMD perkuat nilai sosial dan kualitas bermasyarakat
10 February 2026 14:45 WIB
Imigrasi Sultra gandeng Ombudsman dab BIN perkuat pengawasan pelayanan publik
10 February 2026 14:24 WIB
Polda tahan tersangka baru terkait kasus kekerasan terhadap polisi di Kendari
07 February 2026 17:19 WIB