Kendari (ANTARA News) - Pemerintah Kota Kendari Sulawesi Tenggara meminta warga di daerah itu agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk penyebab demam berdarah dengue secara berkala.

Kepala Dinkes Kendari dr Maryam di Kendari, Minggu mengatakan pemberantasan sarana nyamuk penyebab DBD secara berkala dan serentak itu lebih ampuh untuk berantas nyamuk DBDB dibanding melakukan "fogging".

"Meredam penyebaran demam berdarah dengue tidak cukup dengan "fogging", tetapi juga harus diimbangi dengan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala," katanya.

Ia menjelaskan jentik-jentik nyamuk ini tidak akan mati dengan 'fogging' saja, tetapi perlu pemberantasan sarang nyamuk secara serentak agar semua tempat perkembangbiakan nyamuk bisa dibersihkan.

"Yang tidak kalah pentingnya lagi, masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat di wilayah masing-masing," katanya.    

Menurut Maryam masih tingginya orientasi pemberantasan nyamuk dengan fogging di kalangan masyarakat, justru membuat kasus serangan demam berdarah dengue (DBD) seolah menjadi jadwal rutin selama pergantian musim.

"Parahnya warga kerap berpandangan persoalan serangan nyamuk aides aigepty itu akan selesai begitu ada 'fogging'," ujar Maryam.

Untuk itu, ia meminta warga jangan bergantung kepada fogging dalam menekan penyebaran demam berdarah dengue, sebab metode pengasapan tidak selalu efektif.

"Kebanyakan warga langsung meminta pengasapan atau 'fogging' begitu ada kasus DBD di wilayahnya, pada hal langkah itu tidak akan maksimal tanpa ada upaya pemberantasan sarang nyamuk secara serentak," katanya.