Ekonomi Sultra Triwulan I-2012 Tumbuh 10,10 Persen

Kepala BPS Provinsi Sultra, Wahyudin (tengah) saat memberikan keterangan pers di Kendari, Senin (7/5), terkait perkembangan ekonomi Sultra. (Foto ANTARA/Azis Senong)

"Pertumbuhan ekonomi ini lebih karena ditopang pertumbuhan seluruh sektor ekonomi. Dimana terdapat empat sektor ekonomi dengan pertumbuhan di atas 10 persen, masing-masing sektpr pertambangan dan penggalian (52,72 persen), sektor listrik-gas dan air
Berita Terkait
Kendari (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara Triwulan I 2012 tumbuh 10,10 persen, sementara pada triwulan yang sama tahun sebelumnya 6,24 persen atau di atas angka nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Wahyudin, di Kendari, Senin, mengatakan, berdasarkan harga konstan tahun 2000, PDRB triwulan pertama tahun 2012 Sultra Rp3,30 triliun atau tumbuh 10,10 persen.

"Pertumbuhan ekonomi ini lebih karena ditopang pertumbuhan seluruh sektor ekonomi. Dimana terdapat empat sektor ekonomi dengan pertumbuhan di atas 10 persen, masing-masing sektpr pertambangan dan penggalian (52,72 persen), sektor listrik-gas dan air bersih (20,22 persen), sektor perdagangan-hotel dan restoran (11,89 persen) dan sektor bangunan (10,61 persen)," katanya.

Dari ke empat sektor tersebut, dua sektor yang menjadi sumber pertumbuhan utama yaitu sektor pertambvangan dan penggalian (3,90 persen) dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (2,08 persen). Sementara dua sektor ekonomi lainnya memberi andil kurang dari satu persen.

Menurut Wahyudin, pertumbuhan yang tinggu itu sesungguhnya telah dicapai sejak triwulan sebelumnya bahwa pada dasarnya perekonomian triwulan pertama 2012 mengalami penurunan sebesar 0,08 persen dibanding perekonomian triwulan sebelumnya.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2012 masih digerakkan oleh komponen ekspor. Ekspor yang tumbuh cukup fantastis (17,23 persen), memberi andil pertumbuhan ekonomi sebesar 5,36 persen.

Dengan demikian, pertumbuhan nilai tamabah komponen bersangkutan sudah di atas pertumbuhan nilai tambah komponen impor. Komponen impor mengalami pertumbuhan sebesar 4,89 persen dan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 1,70 persen. Ekspor neto yang diharapkan memberi devisa sudah meninjukkan sumber pertumbuhan yang positif sebesar 3,66 persen.

Begitu pula dengan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh 4,94 persen juga memberi andil yang besar (2,52 persen) terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh 7,78 persen hanya memberi andil 1,53 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Pada triwulan II 2012, prediksi pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan lebih baik dari triwulan yang sama tahun sebulnnya," kata Wahyudin. (ANT).

Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar